JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendukung pengembangan Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
AHY mengatakan, bertambahnya jumlah pelancong akan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Labuan Bajo, Manggarai Barat, hingga wilayah NTT secara keseluruhan.
Menurut dia, warga lokal juga dapat terlibat dalam berbagai kegiatan usaha, termasuk sektor ekonomi kreatif dan UMKM.
Dalam kunjungan tersebut, AHY memeriksa langsung kondisi bandara yang berada di bagian barat Pulau Flores tersebut. Ia menyampaikan bahwa pergerakan penumpang terus menunjukkan tren kenaikan setelah masa pandemi Covid-19.
“Sejak pandemi Covid-19, peningkatan penumpang sangat terasa. Dari kapasitas 1,1 juta penumpang per tahun, angka itu tampaknya sudah terlampaui hingga Oktober. Kami berharap November dan Desember turut meningkatkan total pergerakan,” ujar AHY.
Ia menilai kapasitas terminal bandara perlu diperluas seiring bertambahnya jumlah wisatawan, baik domestik maupun internasional.
AHY berharap penguatan dan penambahan fasilitas dapat menarik lebih banyak wisatawan, mengingat Labuan Bajo merupakan destinasi pariwisata berkelas dunia.
AHY menegaskan bahwa peningkatan kedatangan wisatawan akan mendongkrak perekonomian daerah.
Warga disebut dapat memanfaatkan peluang usaha di berbagai sektor, khususnya ekonomi kreatif dan UMKM.
Data Bandara Internasional Komodo mencatat bahwa sepanjang Januari–September 2025, jumlah penumpang domestik yang datang dan berangkat mencapai 801.810 orang.
Dari total tersebut, 391.244 penumpang tercatat tiba, sedangkan 410.566 orang berangkat.
Pada 2024, pergerakan penumpang domestik mencapai 970.472 orang. Sementara itu, jumlah penumpang internasional pada periode Januari–September 2025 tercatat 46.382 orang.














