JurnalPatroliNews – Jakarta – Harga emas di bursa berjangka COMEX, New York Mercantile Exchange, berhasil kembali menguat pada perdagangan Jumat, 21 November 2025, setelah sempat tergelincir lebih dari 1 persen di awal sesi. Kebangkitan harga ini dipicu meningkatnya keyakinan investor bahwa Federal Reserve (The Fed) akan melakukan pemangkasan suku bunga pada Desember.
Sinyal tersebut mencuat setelah Presiden The Fed New York, John Williams, menyampaikan pernyataan bernada dovish. Ia menegaskan bahwa bank sentral masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat tanpa mengganggu capaian inflasi. Komentar mengejutkan itu langsung mendorong sentimen bullish di pasar emas.
Perubahan ekspektasi terlihat jelas. Proyeksi pemangkasan suku bunga untuk pertemuan The Fed selanjutnya melonjak hingga 74 persen, jauh di atas estimasi pada pagi hari yang hanya berada di kisaran 40 persen.
Emas, yang biasanya bersinar di tengah kondisi suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil, segera menguat. Harga emas spot menutup perdagangan di level 4.086,57 dolar AS per ons. Adapun kontrak berjangka emas AS ditutup naik 0,5 persen menjadi 4.079,5 dolar AS per ons.
Secara keseluruhan, emas berhasil mengukir kenaikan tipis sekitar 0,1 persen sepanjang pekan, menandakan ketahanan di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.
Pergerakan logam mulia lainnya bervariasi. Perak spot melemah 0,4 persen ke posisi 50,39 dolar AS per ons. Platinum sedikit naik 0,1 persen menjadi 1.512,67 dolar AS per ons, sementara paladium bertambah 0,2 persen hingga mencapai 1.380 dolar AS per ons.














