JurnalPatroliNews – Jakarta – Bursa saham Amerika Serikat menutup pekan dengan reli kuat. Ketiga indeks utama kompak bergerak naik setelah para pelaku pasar kembali meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunga acuan pada Desember mendatang.
Meski demikian, penguatan akhir pekan ini belum cukup mengimbangi tekanan selama seminggu terakhir. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq tetap membukukan kinerja mingguan yang negatif, salah satunya karena kekhawatiran bahwa valuasi perusahaan teknologi telah melampaui batas wajar.
Presiden The Fed New York, John Williams, memberikan pernyataan bernada dovish dengan menyebut bank sentral masih memiliki ruang untuk memangkas suku bunga “dalam waktu dekat” tanpa mengganggu pencapaian target inflasi.
Ucapan tersebut langsung mengubah arah sentimen investor. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas pemangkasan suku bunga pada pertemuan Desember melonjak dari sebelumnya 39,1 persen menjadi hampir 72 persen. Imbasnya, seluruh 11 sektor dalam indeks S&P 500 berhasil ditutup menguat.
Mengutip Reuters, Dow Jones mengakhiri perdagangan Jumat, 21 November 2025, dengan kenaikan 1,08 persen atau 493,15 poin. Indeks S&P 500 naik 0,98 persen atau 64,23 poin, sementara Nasdaq Composite menanjak 0,88 persen atau 195,04 poin.
“Perubahan besar hari ini jelas datang dari melonjaknya peluang pemangkasan suku bunga The Fed di Desember,” ujar Ross Mayfield, analis strategi investasi dari Baird.
Meskipun mengalami rebound, sektor teknologi tetap mencatat pekan yang berat. Saham Nvidia—raksasa produsen chip AI—tergelincir 5,9 persen sepanjang pekan, meski laporan kinerja kuartalan perusahaan tersebut sebenarnya positif.
Sebaliknya, sejumlah saham big tech justru menjadi motor penggerak pasar. Alphabet menguat 3,5 persen, Apple naik 2 persen, dan Meta Platforms menguat 0,9 persen pada perdagangan Jumat. Di sisi lain, Eli Lilly mencatat pencapaian bersejarah dengan menjadi perusahaan farmasi pertama yang menembus kapitalisasi pasar 1 triliun dolar AS.
Secara keseluruhan, meski sinyal pelonggaran kebijakan The Fed berhasil menahan koreksi lebih dalam, kekhawatiran terhadap valuasi sektor teknologi dan ketidakpastian menjelang keputusan suku bunga Desember masih menjadi tekanan utama yang terus membayangi Wall Street.














