JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memanggil Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/11/2025).
Perry Warjiyo tiba lebih dahulu di Istana pada pukul 13.18 WIB dan memilih tidak memberikan komentar ketika ditanyai awak media. Ia langsung masuk ke dalam komplek Istana untuk bertemu Presiden.
Tidak lama kemudian, Kepala BRIN Arif Satria bersama Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian menyusul. Arif menjelaskan bahwa kedatangan mereka untuk menerima arahan Presiden Prabowo terkait pengembangan BRIN dan penguatan riset nasional.
Arif menyebut bahwa Presiden meminta BRIN memastikan inovasi dan riset yang dihasilkan lembaganya dapat berkontribusi langsung terhadap pembangunan nasional.
Sejumlah bahan presentasi terkait riset pangan, energi, hingga proyek strategis nasional telah dipersiapkan untuk dibahas dalam pertemuan tersebut.
Selain itu, BRIN juga menyiapkan skema kerja sama dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Menurut Arif, langkah ini penting agar riset dan inovasi mampu menjadi fondasi bagi pengembangan bisnis perusahaan-perusahaan di bawah BPI Danantara.
Ketika ditanya tentang isu redenominasi rupiah yang menjadi perbincangan publik, Arif menegaskan bahwa BRIN siap memberikan rekomendasi berbasis riset mendalam apabila pemerintah meminta. Namun hingga kini, belum ada permintaan resmi dari pemerintah mengenai isu tersebut.
Arif memastikan BRIN akan terus mendukung pemerintah dalam penyusunan kebijakan strategis melalui riset dan kajian ilmiah yang komprehensif.














