JurnalPatroliNews – Jakarta – Bencana banjir besar yang melanda kawasan Thailand bagian selatan menelan korban jiwa hingga 87 orang. Di Kota Hat Yai, Provinsi Songkhla, fasilitas layanan kesehatan kewalahan menghadapi lonjakan jenazah akibat derasnya banjir yang terjadi sepanjang pekan ini.
Petugas kamar jenazah Rumah Sakit Songkhla, Charn, mengungkapkan bahwa kapasitas penyimpanan jenazah telah melampaui batas.
“Ruang jenazah sudah penuh, kami membutuhkan tambahan kapasitas,” ujar Charn pada Jumat, 28 November 2025.
Sebagai langkah darurat, pemerintah daerah mengerahkan tiga truk berpendingin untuk membantu penanganan jenazah. Rekaman jurnalis AFP menunjukkan deretan truk pendingin berwarna putih yang diparkir di depan gedung utama rumah sakit.
Penanganan bencana terus dilakukan secara intensif. Pemerintah lokal mengerahkan drone untuk memetakan wilayah terdampak, sementara militer Thailand bersiap mengaktifkan sedikitnya 20 helikopter guna menyalurkan bantuan makanan dan obat-obatan ke lokasi yang terisolasi.
Otoritas mengungkap bahwa banjir bandang telah menerjang 10 provinsi di zona selatan Thailand dalam beberapa pekan terakhir. Hat Yai tercatat mengalami curah hujan harian tertinggi dalam 300 tahun, mencapai 335 milimeter dalam waktu 24 jam.
Fenomena banjir besar tersebut tidak hanya dialami Thailand, tetapi juga dirasakan oleh beberapa negara ASEAN lainnya seperti Indonesia, Malaysia, dan Vietnam, yang tengah menghadapi cuaca ekstrem dipicu monsoon kuat di Asia Tenggara.
Sementara itu, Pusat Prediksi Iklim AS memperingatkan bahwa pola hujan deras diperkirakan masih akan berlanjut setidaknya selama satu pekan ke depan.













