Pendapatan Nike Naik Tipis, Namun Laba Bersih Anjlok Drastis Akibat Pasar China Melempem

JurnalPatroliNews – Jakarta – Saham Nike anjlok lebih dari 10 persen setelah perusahaan melaporkan laba kuartalan yang turun tajam pada Kamis, 18 Desember 2025. Penurunan nilai saham ini merupakan respons pasar terhadap kinerja keuangan yang dianggap di bawah ekspektasi analis.

Berdasarkan data yang dirilis pada Jumat, 19 Desember 2025, laba Nike tercatat turun signifikan sebesar 32 persen menjadi 792 juta dolar AS.

Penurunan laba ini terjadi meskipun pendapatan perusahaan masih mampu naik tipis sebesar 1 persen menjadi 12,4 miliar dolar AS pada kuartal kedua tahun fiskal 2026.

Nike sebenarnya masih terbantu oleh tingkat penjualan yang kuat di wilayah Amerika Utara, terutama pada kategori produk sepatu lari.

Namun, performa positif tersebut tidak mampu menutupi masalah besar di wilayah China Raya. Pendapatan di wilayah tersebut dilaporkan merosot hingga 17 persen.

CEO Nike, Elliott Hill, mengakui bahwa proses pemulihan bisnis di China berjalan lebih lambat dari yang diperkirakan.

Ia menegaskan perlunya pendekatan baru untuk memenangkan kembali hati konsumen di sana. Hill berkomitmen untuk mengembalikan Nike menjadi merek yang dicintai, premium, dan inovatif di pasar China.

Selain masalah permintaan di China, beban operasional Nike juga diprediksi akan semakin berat akibat faktor eksternal. Tarif impor diperkirakan akan tetap membebani keuangan perusahaan hingga mencapai 1,5 miliar dolar AS dalam setahun.

Sejumlah analis menilai bahwa meskipun Nike mulai menunjukkan perbaikan di beberapa sektor, perusahaan raksasa ini masih tertinggal di segmen fesyen.

Selain itu, Nike dianggap belum cukup mampu membangun koneksi yang kuat dengan selera konsumen di China yang terus berubah.