JurnalPatroliNews | Jakarta – Pergerakan harga minyak dunia cenderung stabil pada awal pekan setelah pelaku pasar mencermati sejumlah perkembangan penting, mulai dari keputusan Arab Saudi menurunkan harga jual resmi (Official Selling Price/OSP), peningkatan target produksi negara-negara anggota OPEC+, hingga kembali normalnya arus ekspor minyak melalui Selat Hormuz.
Pada penutupan perdagangan Senin (6/7/2026) waktu Amerika Serikat, harga minyak mentah Brent ditutup melemah tipis sebesar 14 sen atau sekitar 0,2 persen menjadi 71,99 dolar AS per barel.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga bergerak relatif terbatas seiring sikap pelaku pasar yang masih menunggu arah kebijakan produsen utama minyak dunia serta perkembangan permintaan energi global.
Analis menilai keputusan Arab Saudi memangkas harga jual resmi minyak untuk sejumlah pasar tujuan dipandang sebagai upaya menjaga daya saing di tengah meningkatnya pasokan global. Di sisi lain, keputusan OPEC+ untuk menaikkan target produksi turut memengaruhi sentimen pasar karena berpotensi menambah suplai minyak dalam beberapa bulan mendatang.
Faktor lain yang menjadi perhatian adalah kembali pulihnya aktivitas ekspor minyak melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi distribusi energi dunia. Normalisasi pengiriman melalui kawasan tersebut membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan.
Meski demikian, para pelaku pasar masih terus memantau keseimbangan antara peningkatan pasokan dan prospek permintaan global. Ketidakpastian ekonomi dunia, perkembangan inflasi, serta kebijakan suku bunga di sejumlah negara masih menjadi faktor yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan harga minyak dalam waktu dekat.
Sejumlah analis memperkirakan volatilitas harga minyak masih akan berlangsung selama pasar menunggu kepastian mengenai implementasi kebijakan produksi OPEC+, strategi ekspor Arab Saudi, serta kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi salah satu faktor utama pembentuk harga energi global.















Komentar