Teknologi Tokenisasi Blockchain Dinilai Perkuat Tata Kelola Pertambangan

JurnalPatroliNews – Jakarta – PT Nevi Global Group menyoroti peran strategis teknologi tokenisasi berbasis blockchain sebagai solusi masa depan dalam membangun sistem pertambangan yang transparan, akuntabel, dan modern. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjawab tantangan tata kelola industri tambang yang selama ini masih menghadapi persoalan pengawasan dan keterbukaan data.

Komitmen tersebut disampaikan dalam ajang OneGold Gala Dinner yang berlangsung di Park Hyatt Jakarta beberapa waktu lalu. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Gerakan Blockchainisasi dan AI Republik Indonesia (GEBARI) dan Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI), dengan dukungan teknologi dari platform OneGold.io.

Acara yang dihadiri lebih dari 150 peserta dari berbagai kalangan, termasuk unsur pemerintah, regulator, akademisi, pelaku usaha, investor, hingga media nasional, menjadi momentum penting untuk mendorong praktik pertambangan yang bertanggung jawab berbasis teknologi digital. Tujuan utamanya adalah membangun sistem tambang yang lebih terbuka, mudah diawasi, dan memiliki mekanisme pertanggungjawaban yang jelas.

Menurut PT Nevi Global Group, model pertambangan konvensional tidak lagi relevan tanpa didukung sistem pengawasan yang kuat dan pencatatan data yang transparan. Dalam konteks ini, blockchain dinilai mampu menyediakan sistem terintegrasi yang aman serta meminimalkan potensi manipulasi data.

Melalui inisiatif GEBARI, penerapan teknologi blockchain dan kecerdasan buatan dihadirkan sebagai instrumen pengawasan digital. Sistem ini memungkinkan aktivitas pertambangan dicatat dan dipantau secara waktu nyata, mulai dari proses produksi, distribusi, hingga kepatuhan terhadap standar keselamatan dan regulasi.

Di sisi lain, APRI berperan menjembatani penambang rakyat agar dapat menyesuaikan diri dengan standar nasional. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi digital dapat diterapkan secara inklusif dan tetap selaras dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kontribusi teknologi utama datang dari OneGold.io melalui pengembangan tokenisasi aset pertambangan berbasis blockchain. Co-Founder OneGold, Hamzah Isa, menjelaskan bahwa sistem tokenisasi memungkinkan seluruh aktivitas tambang terdokumentasi secara transparan dan mudah ditelusuri.

“Tokenisasi aset tambang berbasis blockchain memungkinkan setiap proses tercatat secara jelas, sekaligus membuka peluang akses pembiayaan yang legal dan lebih aman bagi pelaku industri,” ujar Hamzah Isa kepada media di Jakarta, Sabtu, 20 Desember 2025.

Didampingi Mirza Tan selaku penggagas GEBARI, Hamzah Isa menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor ini menjadi pijakan awal menuju ekosistem pertambangan nasional yang lebih maju dan bertanggung jawab.

“Melalui dukungan teknologi dan kemitraan strategis, Indonesia semakin mendekati ekosistem pertambangan masa depan yang transparan, kompetitif, dan minim risiko,” ujarnya.

Dalam rangkaian acara OneGold Gala Dinner tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kerja sama, peluncuran resmi GEBARI, pengenalan platform OneGold.io, serta pemaparan peran strategis APRI dalam pengembangan pertambangan rakyat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ivas Dewantara selaku Direktur sekaligus Ketua Komite Pelaksana PT Nevi Global Group, bersama sejumlah pemangku kepentingan lainnya dari sektor pertambangan dan teknologi.