Resmikan 8 Januari, BPI Danantara Serahkan Ratusan Rumah Lengkap dengan Taman dan Musala

JurnalPatroliNews – Jakarta – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bergerak cepat dalam menangani pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera. CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengumumkan bahwa pihaknya akan segera menyerahterimakan sebanyak 600 unit rumah hunian bagi warga terdampak bencana di Aceh.

Penyerahan bantuan ini rencananya dilakukan melalui Pemerintah Daerah setempat pada tanggal 8 Januari mendatang.

Hunian yang dibangun oleh Danantara tidak hanya sekadar tempat tinggal sementara. Kawasan perumahan tersebut telah dirancang secara terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung untuk menjamin kenyamanan dan kesejahteraan para penyintas.

Fasilitas yang disediakan meliputi taman bermain, jaringan Wifi, musala, 14 unit dapur umum, serta 120 unit toilet dan kamar mandi yang tersebar di area pemukiman.

Target ambisius ditetapkan oleh Danantara dengan rencana total pembangunan mencapai 15.000 unit rumah di tiga provinsi terdampak, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Rosan merinci bahwa Aceh akan mendapatkan alokasi terbesar sebanyak 12.000 unit, disusul wilayah Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah sebanyak 2.000 unit, serta Sumatera Barat sebanyak 500 unit. Seluruh proyek hunian ini ditargetkan dapat rampung sepenuhnya dalam kurun waktu tiga bulan ke depan.

Setiap unit rumah dibangun dengan ukuran 4×4 meter persegi atau total luas bangunan sekitar 22 meter persegi. Guna mengejar target waktu yang sangat ketat, proses pembangunan dilakukan secara masif selama 24 jam nonstop.

Sebanyak 1.635 pekerja dikerahkan, yang mayoritas berasal dari kolaborasi berbagai BUMN Karya, antara lain Hutama Karya, Waskita Karya, Wijaya Karya, PT PP, Nindya Karya, dan Adhi Karya.

Langkah Danantara ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam mempercepat transisi masyarakat dari tenda pengungsian menuju hunian yang lebih layak.

Dengan integrasi fasilitas teknologi seperti Wifi dan sarana sosial seperti dapur umum, Danantara berharap pemulihan trauma warga dapat berjalan lebih cepat sekaligus mendorong bangkitnya kembali aktivitas sosial di kawasan tersebut.