JurnalPatroliNews – Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri merilis data evaluasi pelaksanaan Operasi Lilin 2025 yang berlangsung sejak 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Berdasarkan catatan kepolisian, angka kecelakaan lalu lintas selama musim mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini mengalami penurunan sebesar 7,20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa pada periode Nataru 2024 tercatat sebanyak 3.430 kejadian kecelakaan, sementara pada periode 2025 angka tersebut turun menjadi 3.183 kejadian.
Selain penurunan jumlah insiden, tingkat fatalitas juga berkurang secara signifikan. Korban meninggal dunia tercatat turun 27,12 persen, dari 553 orang pada tahun lalu menjadi 403 orang pada musim ini.
Penurunan angka kecelakaan ini diklaim sebagai hasil dari efektivitas berbagai rekayasa lalu lintas yang diterapkan secara situasional, seperti sistem satu arah (one way) dan lawan arus (contra flow). Irjen Agus menyatakan bahwa secara umum situasi di ruas-ruas jalan strategis tetap terkendali, aman, dan tertib meskipun volume kendaraan mengalami peningkatan.
Data Korlantas menunjukkan adanya 2,6 juta kendaraan yang keluar dari Jakarta melalui empat gerbang tol utama, yakni Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa. Meski jumlah kendaraan keluar meningkat mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat untuk berlibur, arus masuk kembali ke Jakarta dilaporkan tetap stabil.
Hal ini menunjukkan bahwa distribusi arus balik berhasil dikelola dengan baik sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan yang ekstrem pada satu waktu.
Pihak kepolisian memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah tertib berkendara dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Keberhasilan menekan angka kecelakaan dan fatalitas ini akan menjadi bahan evaluasi untuk pengamanan mudik Lebaran yang akan datang, guna terus meningkatkan standar keselamatan transportasi di Indonesia.














