JurnalPatroliNews – Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah wilayah di Provinsi Aceh dan Sumatera Barat hingga kini belum keluar dari status kedaruratan akibat bencana banjir dan tanah longsor.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa di Aceh terdapat 10 kabupaten/kota yang masih menjalani perpanjangan masa tanggap darurat. Selain itu, delapan daerah lainnya berada dalam tahap transisi dari darurat menuju pemulihan.
Sementara di Sumatera Barat, satu daerah masih mempertahankan status tanggap darurat, yakni Kabupaten Agam. Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Muhari pada Minggu, 4 Januari 2026.
Ia menjelaskan, total 11 daerah belum dapat memasuki fase transisi sepenuhnya lantaran potensi bencana lanjutan masih terjadi di lapangan.
“Di Kabupaten Agam, longsor susulan masih tercatat hingga beberapa hari terakhir. Kondisi hujan dengan intensitas sedang namun berlangsung lama memicu banjir lumpur yang disertai material batu berukuran besar di kawasan Galodo,” ungkapnya.
Berbeda dengan Aceh dan Sumatera Barat, seluruh wilayah di Sumatera Utara kini telah keluar dari status tanggap darurat. Seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut sudah memasuki fase transisi darurat.
BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait terus melaksanakan upaya penanganan dan perbaikan wilayah terdampak bencana yang terjadi pada penghujung 2025.
Abdul Muhari menegaskan, pemantauan dan langkah mitigasi tetap dilakukan secara intensif, khususnya di Kabupaten Agam, guna menekan risiko terjadinya longsor lanjutan di masa mendatang.














