Gejolak Venezuela Dorong Investor Berbondong-bondong ke Emas

JurnalPatroliNews – Jakarta – Logam mulia emas kembali menjadi incaran utama pelaku pasar global seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Amerika Latin. Serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela yang berujung pada tumbangnya Presiden Nicolas Maduro memicu kepanikan investor dan mendorong peralihan dana ke instrumen lindung nilai paling aman.

Di pasar berjangka COMEX New York Mercantile Exchange, harga emas mencatat lonjakan signifikan dan menembus titik tertinggi dalam sepekan terakhir. Pada perdagangan Senin (5/1/2026) waktu setempat, harga emas spot melonjak 2,7 persen hingga mencapai 4.444 dolar AS per ons, mendekati rekor sepanjang masa yang tercipta pada akhir Desember lalu.

Sebelumnya, emas sempat mencetak rekor historis di level 4.549,71 dolar AS per ons pada 26 Desember. Kenaikan serupa juga terjadi pada emas berjangka Amerika Serikat, di mana kontrak Februari ditutup menguat 2,8 persen ke posisi 4.451,5 dolar AS per ons.

Pengamat pasar logam mulia menilai penguatan emas tidak semata dipicu konflik Venezuela. Kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global serta ketidakpastian arah kebijakan moneter dunia turut memperbesar minat investor terhadap emas.

Prospek pelonggaran suku bunga oleh Bank Sentral AS (The Fed) pada 2026 semakin memperkuat daya tarik emas. Dalam kondisi suku bunga rendah, emas kerap menjadi pilihan utama karena kemampuannya menjaga nilai aset di tengah tekanan ekonomi dan volatilitas pasar keuangan.

Situasi pasar kian memanas setelah Presiden Donald Trump melontarkan peringatan keras akan mengambil langkah lanjutan terhadap Caracas. Bahkan, Trump juga memberi sinyal kemungkinan tindakan terhadap Kolombia dan Meksiko terkait isu peredaran narkotika, yang semakin meningkatkan ketidakpastian global.

Lonjakan harga tidak hanya terjadi pada emas. Logam mulia lain ikut menikmati sentimen positif. Perak mencatat kenaikan tajam, didorong statusnya sebagai mineral strategis dengan pasokan global yang semakin terbatas.

Harga perak tercatat melesat 5,2 persen ke level 76,37 dolar AS per ons. Sepanjang 2025, perak telah mencatat reli spektakuler hingga 147 persen, seiring meningkatnya permintaan dan defisit struktural di pasar.

Sementara itu, harga platinum spot melonjak 5,9 persen menjadi 2.269,55 dolar AS per ons. Paladium juga ikut menguat dengan kenaikan 3,4 persen ke posisi 1.694,75 dolar AS per ons.

Ke depan, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dijadwalkan akhir pekan ini. Apabila data tersebut mengonfirmasi pelemahan ekonomi, pasar memperkirakan harga emas berpotensi kembali menorehkan rekor tertinggi baru.