Pasar Saham Menguat di Pagi Hari, Rupiah Justru Tergelincir

JurnalPatroliNews – Jakarta – Pergerakan pasar keuangan domestik pada awal perdagangan Jumat, 9 Januari 2026, menunjukkan arah yang berbeda. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampil agresif sejak pembukaan, sementara nilai tukar Rupiah justru mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat.

Setelah mengalami pelemahan tipis pada sesi sebelumnya, IHSG langsung membuka perdagangan dengan lonjakan signifikan. Indeks dibuka di posisi 8.969, menguat sekitar 44 poin dibanding penutupan terakhir. Hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih bertahan di area positif pada kisaran 8.955, dengan level tertinggi sempat menyentuh angka 8.981.

Aktivitas pasar terpantau cukup ramai. Sebanyak 344 saham berhasil mencatatkan kenaikan harga, 420 saham bergerak stagnan, sementara 194 emiten masih berada di jalur penurunan.

Dalam hitungan menit sejak bel pembukaan, volume dan frekuensi transaksi langsung melesat. Tercatat 257,2 ribu transaksi dengan nilai perdagangan mencapai Rp1,96 triliun. Adapun kapitalisasi pasar saham nasional berada di kisaran Rp16,32 triliun.

Penguatan indeks pagi ini ditopang oleh mayoritas sektor. Sembilan dari sebelas sektor utama mencatatkan kinerja positif. Sektor energi tampil sebagai motor penggerak dengan lonjakan 1,23 persen, disusul sektor kesehatan yang naik 1,04 persen.

Selain itu, sektor teknologi, bahan baku, serta transportasi juga kompak bergerak di zona hijau dengan penguatan yang cukup meyakinkan. Sebaliknya, sektor industri dan infrastruktur belum mampu bangkit dan masih mengalami koreksi pada awal perdagangan.

Di sisi lain, nilai tukar Rupiah dibuka melemah di pasar spot Jakarta. Mata uang Garuda turun 31 poin atau sekitar 0,18 persen ke level Rp16.829 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.798 per dolar AS.