JurnalPatroliNews – Jakarta – Rusia kembali memicu ketegangan internasional dengan menembakkan rudal hipersonik Oreshnik ke wilayah Ukraina bagian barat yang berdekatan dengan perbatasan Polandia, anggota NATO, pada Kamis malam.
Pemerintah Kyiv menyebut serangan ini sebagai ancaman serius bagi keamanan Benua Eropa dan meminta perhatian mendalam dari komunitas global.
Moskow berdalih bahwa penggunaan rudal Oreshnik ini merupakan respons atas dugaan serangan drone ke salah satu kediaman Presiden Vladimir Putin pada akhir Desember 2025.
Namun, tuduhan tersebut dibantah keras oleh Ukraina dan diragukan oleh Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump menyatakan ketidakpercayaannya terhadap klaim serangan ke kediaman Putin yang dituduhkan Moskow.
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiha, menegaskan bahwa penempatan rudal balistik jarak menengah di dekat perbatasan Uni Eropa dan NATO adalah bentuk provokasi global. Ia menyebut alasan Moskow sebagai kebohongan yang sengaja dibuat untuk menyabotase upaya perundingan perdamaian.
Dampak dari serangan ini sangat signifikan. Rudal Oreshnik menghantam wilayah Lviv, sekitar 60 kilometer dari perbatasan Polandia. Selain itu, serangan udara besar-besaran yang melibatkan 242 drone dan 36 rudal menyebabkan sedikitnya empat orang tewas di Kyiv, termasuk seorang petugas medis.
Serangan ini juga memutus aliran listrik bagi lebih dari setengah juta rumah di tengah suhu ekstrem mencapai minus 10 derajat Celcius.
Rudal Oreshnik sendiri dikenal memiliki kecepatan luar biasa hingga 13.000 kilometer per jam dan diklaim Moskow tidak mungkin dicegat oleh sistem pertahanan udara saat ini. Rudal ini juga dirancang untuk mampu membawa hulu ledak nuklir, yang menambah kekhawatiran negara-negara tetangga Ukraina.
Menanggapi eskalasi ini, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mendesak negara-negara anggota untuk segera meningkatkan persediaan pertahanan udara mereka.
Ia juga menyerukan pemberian sanksi yang lebih keras guna meningkatkan biaya perang bagi Moskow sebagai respons atas penggunaan senjata hipersonik tersebut.














