JurnalPatroliNews – Jakarta – PT Pertamina (Persero) mengambil langkah cepat dalam penanganan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Melalui program tanggap darurat, perusahaan energi nasional itu menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) serta LPG secara cuma-cuma untuk mendukung kebutuhan para korban dan kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan.
Dalam keterangannya, Pertamina menyebutkan total BBM gratis yang telah disalurkan mencapai 654 ribu liter. Pasokan tersebut meliputi Dexlite, Pertamax, dan Avtur yang dimanfaatkan untuk operasional kendaraan darat serta pesawat udara pengangkut logistik dan relawan ke daerah terdampak bencana.
Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, menjelaskan bahwa dukungan bahan bakar tersebut diberikan bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Menurutnya, ketersediaan energi menjadi faktor krusial agar penyaluran bantuan kemanusiaan dapat berjalan lancar di tengah kondisi darurat.
Selain BBM, Pertamina juga menyalurkan LPG gratis untuk memenuhi kebutuhan dapur umum dan posko pengungsian. Hingga Minggu pagi, 11 Januari 2026, total LPG yang disalurkan tercatat mencapai 18.938 kilogram, atau setara dengan lebih dari 1.500 tabung gas.
Pasokan LPG tersebut digunakan untuk menunjang aktivitas memasak di 111 dapur umum serta 164 posko pengungsian yang tersebar di wilayah terdampak banjir. Bantuan ini diharapkan dapat memastikan kebutuhan konsumsi para pengungsi tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Tidak hanya itu, Pertamina juga menyalurkan berbagai bentuk bantuan kemanusiaan lainnya. Di antaranya adalah penyediaan generator listrik untuk posko pengungsian dan fasilitas kesehatan, bantuan medis, hingga pembangunan sumur bor guna menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak banjir.
Arya menambahkan, penyediaan air bersih menjadi perhatian khusus karena kebutuhan tersebut kerap meningkat tajam saat terjadi bencana alam. Pertamina, kata dia, berkomitmen untuk terus mendukung upaya penanganan darurat hingga kondisi berangsur pulih.














