JurnalPatroliNews – Jakarta –Â Gangguan alam berupa banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumatera tidak mengendurkan langkah Perum Bulog dalam mengejar target strategis nasional. Badan urusan logistik negara itu tetap memasang sasaran penyerapan beras hingga 4 juta ton sepanjang tahun 2026.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem di awal tahun tidak akan menggoyahkan komitmen tersebut. Ia menyebut pemerintah telah menyiapkan skema pemulihan yang terencana untuk mengembalikan produktivitas lahan pertanian yang terdampak bencana.
Pernyataan tersebut disampaikan Rizal di sela kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar di Jakarta pada Minggu, 11 Januari 2026. Menurutnya, strategi penanganan pascabencana telah dirumuskan bersama Kementerian Pertanian sebagai mitra utama sektor pangan.
Salah satu langkah utama yang akan ditempuh adalah percepatan pompanisasi pada sawah-sawah yang terendam, disertai dukungan pembiayaan penuh bagi para petani. Rizal menegaskan bahwa pemerintah telah memastikan ketersediaan anggaran untuk mendukung pemulihan tersebut.
Rizal menyatakan keyakinannya setelah mendapat jaminan langsung dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahwa proses rehabilitasi lahan pertanian di Sumatera akan berlangsung cepat dan terukur. Bahkan, Menteri Pertanian telah meninjau langsung wilayah Banda Aceh dan Sumatera Utara guna memastikan pemulihan berjalan tanpa hambatan.
Meski Januari menjadi periode sulit bagi petani di sejumlah wilayah Sumatera, Rizal menilai dampaknya terhadap pasokan beras nasional relatif terbatas. Ia menjelaskan bahwa daerah-daerah yang terdampak bencana bukan merupakan sentra utama produksi beras dalam skala nasional.
Menurutnya, kekuatan produksi beras Indonesia masih ditopang oleh wilayah strategis seperti Pulau Jawa sebagai pusat utama, disusul Sulawesi Selatan, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat. Hingga kini, daerah-daerah tersebut dilaporkan tetap berproduksi secara normal.
Sementara itu, tingkat kerusakan lahan pertanian di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih berada dalam batas aman. Rizal menyebut luas sawah terdampak bencana belum mencapai 30 persen dan bahkan hanya berada di kisaran belasan persen.
Upaya masif Bulog dalam menyerap beras bukan sekadar memenuhi target tahunan. Langkah ini menjadi kunci untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebagai penyangga stabilitas pangan nasional. Target tersebut sejalan dengan komitmen swasembada beras yang sebelumnya ditekankan Presiden Prabowo Subianto dalam agenda di Karawang pada awal Januari lalu.
Dengan skema mitigasi yang telah disiapkan dan dukungan lintas kementerian, Bulog optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga sepanjang 2026, meskipun harus menghadapi tantangan cuaca ekstrem di awal tahun.














