JurnalPatroliNews – Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump mengambil langkah drastis dengan menghentikan keterlibatan negaranya dalam 66 organisasi internasional.
Dari jumlah tersebut, 31 lembaga berada dalam struktur Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sementara 35 lainnya merupakan organisasi global di luar sistem PBB.
Kebijakan ini mencerminkan perubahan arah politik luar negeri Washington. Pemerintahan Trump menilai banyak lembaga internasional tidak lagi sejalan dengan prioritas dan kepentingan nasional Amerika Serikat.
Gedung Putih menyoroti bahwa sebagian besar organisasi tersebut dinilai terlalu menekankan isu perubahan iklim, migrasi, ketenagakerjaan, serta agenda keberagaman yang oleh pemerintahan Trump dikategorikan sebagai pendekatan “woke”.
“Banyak lembaga internasional saat ini berfokus pada isu iklim, tenaga kerja, migrasi, dan program-program yang dianggap mendorong agenda keberagaman dan ‘woke’, yang dinilai bertentangan dengan kepentingan Amerika Serikat,” demikian pernyataan resmi Gedung Putih, Senin, 12 Januari 2026.
Di antara organisasi PBB yang ditinggalkan, terdapat sejumlah badan penting seperti Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), UN Women, Dana Demokrasi PBB, serta Konferensi PBB untuk Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD).
Keputusan menarik diri dari UNFCCC menjadi perhatian internasional karena lembaga tersebut merupakan fondasi lahirnya Perjanjian Paris. Langkah ini menandai keluarnya Amerika Serikat untuk kedua kalinya dari Paris Agreement sekaligus memutus keterlibatan langsung dalam kerangka besar diplomasi iklim global.
Kebijakan tersebut berpotensi memicu perdebatan hukum di dalam negeri, mengingat UNFCCC merupakan perjanjian internasional yang telah diratifikasi Senat AS. Meski demikian, Presiden Trump menegaskan bahwa keputusan itu diambil demi melindungi kepentingan strategis negaranya.
Walau menghentikan partisipasi dalam puluhan organisasi internasional, Amerika Serikat memastikan tetap bertahan di sejumlah lembaga yang dianggap vital bagi keamanan dan kemanusiaan global. Beberapa di antaranya adalah Dewan Keamanan PBB, Program Pangan Dunia (WFP), serta Badan Pengungsi PBB (UNHCR).
Selain lembaga PBB, Washington juga menarik diri dari berbagai organisasi internasional non-PBB, termasuk Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC), Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA), International Solar Alliance, hingga International Institute for Democracy and Electoral Assistance.














