Prabowo Dorong Perluasan Beasiswa KIP Kuliah, Penerima Dinilai Masih Minim

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar cakupan beasiswa pendidikan, khususnya Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, diperluas secara agresif. Arahan itu disampaikan setelah Presiden mencermati laporan mengenai jumlah mahasiswa aktif dan penerima bantuan pendidikan di Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa saat ini jumlah mahasiswa di Tanah Air mencapai sekitar 9,9 juta orang. Namun, dari jumlah tersebut, penerima KIP Kuliah masih berkisar 1,1 juta mahasiswa.

“Data yang kami sampaikan kepada Presiden menunjukkan jumlah mahasiswa aktif sekitar 9,9 juta. Sementara penerima beasiswa, termasuk KIP Kuliah, masih berada di angka 1,1 juta,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 16 Januari 2026.

Kondisi tersebut dinilai menimbulkan kesenjangan akses pendidikan tinggi. Oleh karena itu, Presiden meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap skema dan kebijakan beasiswa agar jumlah penerima dapat ditingkatkan secara signifikan.

“Bapak Presiden meminta kami, khususnya Mendikti Saintek bersama Kementerian Sekretariat Negara, untuk menghitung ulang dan merumuskan kembali kebijakan agar penerima beasiswa bisa diperluas sebesar-besarnya,” lanjut Prasetyo.

Selain KIP Kuliah, perhatian Presiden juga tertuju pada arah pemanfaatan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Prabowo menghendaki agar porsi penerima LPDP diperbesar untuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

Menurut Presiden, penguatan bidang STEM menjadi langkah strategis untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus meningkatkan daya saing sumber daya manusia di masa depan.

“Beliau juga menekankan agar alokasi beasiswa LPDP lebih difokuskan ke bidang STEM. Bahkan, Presiden berharap porsinya bisa mencapai lebih dari 80 persen,” kata Prasetyo.

Arahan tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan generasi muda yang kompetitif dan berdaya saing di tingkat global.