JurnalPatroliNews – Jakarta –Â Laju pertumbuhan ekonomi Malaysia sepanjang 2025 diprediksi melampaui target pemerintah. Produk Domestik Bruto (PDB) Negeri Jiran diproyeksikan meningkat hingga 4,9 persen, lebih tinggi dari perkiraan resmi pemerintah dan bank sentral yang berada di kisaran 4 sampai 4,8 persen.
Departemen Statistik Malaysia (DOSM) mencatat, kinerja kuat pada akhir tahun menjadi penopang utama. Pada kuartal IV 2025, ekonomi Malaysia melesat 5,7 persen secara tahunan, lebih cepat dibanding kuartal sebelumnya yang tumbuh 5,2 persen, sekaligus menjadi pertumbuhan tercepat sejak kuartal II 2024 yang mencatatkan 5,9 persen.
DOSM menjelaskan, motor utama penggerak ekonomi datang dari sektor jasa yang mencatat pertumbuhan 5,4 persen. Lonjakan ini ditopang oleh aktivitas perdagangan grosir dan ritel, transportasi dan logistik, serta subsektor makanan, minuman, dan akomodasi.
Selain itu, sektor manufaktur turut menunjukkan kinerja impresif dengan pertumbuhan 6,0 persen. Industri listrik, elektronik, dan optik menjadi penopang utama, disusul pengolahan minyak dan lemak nabati maupun hewani serta industri makanan.
Sektor konstruksi tetap menjadi mesin pertumbuhan dengan laju 11,9 persen, seiring masifnya pembangunan non-perumahan dan proyek konstruksi khusus.
Di sisi lain, sektor pertanian berbalik menguat dengan pertumbuhan 5,1 persen, setelah sebelumnya hanya tumbuh tipis 0,4 persen pada kuartal III 2025, terutama berkat peningkatan produksi kelapa sawit.
Sementara itu, sektor pertambangan bergerak lebih lambat dengan pertumbuhan 1,1 persen, akibat melambatnya produksi minyak mentah dan kondensat.














