Aplikasi Cakrawasi: Senjata Baru Polres Badung Lacak Identitas WNA yang Berbuat Onar

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kepolisian Resor Badung mulai mengintensifkan penggunaan aplikasi Cakrawasi untuk memantau keberadaan warga negara asing (WNA) di wilayah Bali.

Aplikasi yang dikelola secara terpusat oleh Polda Bali ini bertujuan untuk mempermudah pelacakan identitas sekaligus menjadi langkah preventif dalam mencegah aksi kriminalitas maupun perilaku tidak tertib dari wisatawan mancanegara di Pulau Dewata.

Kapolres Badung, Joseph Edward Purba, menjelaskan bahwa sejak peluncurannya pada Desember 2025 hingga pertengahan Januari 2026, aplikasi ini telah menghimpun ribuan data WNA secara terkoordinasi.

Pihak kepolisian telah melakukan sosialisasi masif kepada para pengusaha akomodasi, mulai dari hotel berbintang, guest house, hingga hunian pribadi atau safe house di wilayah Kabupaten Badung agar tertib dalam menyerahkan data tamu asing.

Sistem kerja aplikasi ini mewajibkan setiap pengelola penginapan memberikan data identitas lengkap dan durasi tinggal para WNA kepada petugas intelijen di tingkat Polres maupun Polsek. Data tersebut kemudian diunggah ke dalam sistem Cakrawasi.

Jika ditemukan adanya WNA yang melanggar aturan atau melakukan tindak pidana, kepolisian dapat dengan cepat berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk melakukan tindakan pencegahan di pintu perlintasan internasional seperti bandara.

Meskipun pengawasan dilakukan secara ketat, Joseph memastikan bahwa penggunaan aplikasi Cakrawasi tetap menghormati hak privasi para wisatawan.

Kepolisian menegaskan bahwa mereka hanya menghimpun data administratif terkait keberadaan WNA di satu wilayah dan tidak melakukan pemantauan terhadap aktivitas pribadi atau rincian kegiatan liburan mereka selama di Bali.

Langkah ini dipandang krusial mengingat adanya tren peningkatan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang melibatkan warga negara asing belakangan ini.

Dengan dukungan penuh dari para pengusaha pariwisata, diharapkan aplikasi Cakrawasi dapat menjadi pilar utama dalam mewujudkan pariwisata Bali yang aman, tertib, dan berkualitas bagi seluruh pengunjung.