JurnalPatroliNews – Jakarta -Potensi ekonomi dari industri game online di Indonesia menjadi sorotan utama dalam rapat kerja Komisi VII DPR RI bersama Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya, Kamis (22/1/2026).
Anggota Komisi VII, Muhammad Hatta, mendesak pemerintah untuk lebih serius memberikan dukungan nyata bagi pengembang game lokal agar Indonesia tidak sekadar menjadi pasar bagi produk luar negeri.
Hatta memaparkan data yang mencengangkan mengenai nilai pasar game di Indonesia. Satu judul gim saja, seperti Mobile Legends, mampu meraup pasar senilai 1 miliar dolar AS di tanah air.
Sementara itu, gim Honor of Kings mencatatkan pendapatan Rp 14 triliun per tahun, dan Monopoly Go mencapai Rp 10 triliun. Sayangnya, daftar gim populer seperti PUBG, Free Fire, Roblox, hingga Subway Surfers semuanya merupakan produk impor.
Menariknya, Hatta juga menyinggung kesejahteraan para pro player asal Indonesia yang telah mendunia. Ia menyebut nama-nama seperti Kenny “Xepher” dan Matthew “Whitemon” yang memiliki penghasilan bulanan di kisaran Rp 5,2 miliar hingga Rp 5,8 miliar.
“Ini jangan dianggap remeh. Gaji anggota DPR lewat sudah oleh mereka per bulan,” seloroh politikus PAN tersebut untuk menekankan besarnya ekosistem bisnis ini.
Merespons permintaan tersebut, Menekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa pihaknya telah menyusun rencana strategis untuk menggenjot kekayaan intelektual atau Intellectual Property (IP) lokal. Riefky mencontohkan kesuksesan Pokemon sebagai model bisnis ideal.
Meski lahir dari gim pada 1996, nilai bisnisnya kini mencapai 92 miliar dolar AS dengan pemasukan terbesar justru datang dari merchandise. Kemenekraf berkomitmen mendukung anak muda Indonesia menciptakan brand atau IP yang kuat dari berbagai subsektor ekonomi kreatif.














