Wamen KKP Sebut Faktor Kelelahan Jadi Penyebab Menteri Trenggono Pingsan Saat Upacara

JurnalPatroliNews – Jakarta – Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Laksamana TNI (Purn) Didit Herdiawan Ashaf, memberikan keterangan terkait kondisi kesehatan Menteri Sakti Wahyu Trenggono pascainsiden jatuh pingsan pada Minggu pagi.

Didit mengonfirmasi bahwa saat ini kondisi Menteri Trenggono sudah sadar dan dalam keadaan stabil. Menurut penjelasannya, faktor kelelahan fisik yang berlebih menjadi penyebab utama sang menteri kehilangan kesadaran di tengah prosesi upacara.

Insiden tersebut terjadi saat Menteri Trenggono memimpin upacara persemayaman tiga jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Pasar Minggu.

Kejadian berlangsung secara mendadak tepat setelah prosesi penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada negara.

Didit menegaskan bahwa meskipun sempat mengejutkan para peserta upacara, kondisi Trenggono tidak menunjukkan tanda-tanda medis yang serius selain kelelahan akibat aktivitas yang padat.

Sesaat setelah pingsan, Trenggono langsung mendapatkan penanganan awal dari petugas medis di lokasi dengan bantuan tandu dan tabung oksigen.

Langkah evakuasi cepat dilakukan oleh sejumlah pegawai KKP ke ruangan tertutup guna memastikan sang menteri mendapatkan istirahat yang cukup. Kehadiran tim medis di lokasi memastikan bahwa stabilitas pernapasan dan kesadaran Trenggono kembali pulih dalam waktu yang relatif singkat.

Pihak kementerian mengapresiasi perhatian masyarakat dan memastikan bahwa tugas-tugas kementerian akan tetap berjalan normal.

Setelah mendapatkan perawatan awal, Menteri Trenggono diharapkan dapat segera beraktivitas kembali setelah masa pemulihan singkat. Sementara itu, upacara penghormatan bagi pilot Kapten Andy Dahananto serta dua pegawai KKP, Ferry Irawan dan Yoga Naufal, tetap dapat diselesaikan dengan khidmat di bawah pimpinan Wakil Menteri.