Dari Menhan hingga Presiden, Begini Konsistensi Prabowo Bela Hak Rakyat Palestina di Mata Dunia

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terus memperkuat posisi Indonesia sebagai pendukung utama kemerdekaan Palestina di panggung internasional.

Melalui pendekatan diplomasi yang strategis dan konsisten, Prabowo meyakini bahwa stabilitas di Timur Tengah hanya dapat terwujud melalui pengakuan kedaulatan Palestina yang utuh.

Komitmen ini bukanlah hal baru, melainkan kelanjutan dari langkah-langkah nyata yang telah ia rintis sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Saat menjabat sebagai Menhan pada periode 2019–2024, Prabowo telah mencuri perhatian dunia lewat forum Shangri-La Dialogue di Singapura.

Kala itu, ia menawarkan bantuan medis besar-besaran, termasuk evakuasi 1.000 pasien warga Gaza untuk dirawat di Indonesia dan kesiapan pengiriman pasukan penjaga perdamaian di bawah mandat PBB.

Langkah konkret ini menunjukkan bahwa dukungan Indonesia melampaui sekadar retorika politik, melainkan menyentuh aspek kemanusiaan yang mendesak.

Memasuki masa kepresidenannya pada akhir 2024 hingga awal 2026, intensitas diplomasi Prabowo kian meningkat. Ia aktif merangkul pemimpin negara-negara kunci seperti Mesir, Uni Emirat Arab, dan Turki untuk merumuskan solusi perdamaian jangka panjang.

Dalam pidatonya di hadapan Parlemen Turki pada April 2025, Prabowo secara terbuka mengkritik ketidakpedulian sebagian dunia terhadap penderitaan di Gaza dan mengajak negara-negara sahabat untuk bersatu membela keadilan global.

Puncak dari rangkaian diplomasi ini terlihat pada partisipasi aktif Indonesia dalam Sidang Umum PBB ke-80 dan forum World Economic Forum (WEF) di Davos pada Januari 2026.

Melalui penandatanganan piagam Board of Peace, Indonesia kini terlibat langsung dalam badan internasional yang mengawal transisi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pascakonflik. Sikap konsisten ini menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Prabowo, isu Palestina tetap menjadi prioritas utama kebijakan luar negeri Indonesia dalam mewujudkan ketertiban dunia.