JurnalPatroliNews | Jakarta — TNI memperkuat upaya pemerintah menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dengan mengerahkan tiga pesawat Cassa-212 milik TNI Angkatan Udara untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Pengerahan armada tersebut dilakukan pada Jumat (21/8/2026) sebagai bagian dari operasi terpadu bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Tiga pesawat disiapkan untuk mendukung operasi di sejumlah wilayah yang membutuhkan intervensi modifikasi cuaca.
Satu pesawat Cassa-212 dengan nomor A-2105 saat ini ditempatkan di Lanud Dhomber, Balikpapan. Pesawat tersebut diawaki 11 personel dan difokuskan untuk mendukung OMC di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sementara itu, dua pesawat lainnya disiapkan untuk memperkuat operasi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.
Pesawat Cassa-212 A-2117 dengan dukungan 10 personel akan menjalankan misi OMC di wilayah Kalimantan Timur.
Adapun Cassa-212 A-2103, yang juga diperkuat 10 personel, disiapkan untuk mendukung pelaksanaan OMC di wilayah Kalimantan Selatan.
Pengerahan tiga pesawat tersebut menjadi bagian dari dukungan TNI terhadap langkah pemerintah dalam mengendalikan dampak karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan.
Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan melalui koordinasi lintas lembaga dengan melibatkan TNI, BNPB, dan BMKG.
Dukungan pesawat TNI AU diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan operasi di lapangan, khususnya dalam upaya mengendalikan kondisi cuaca yang dapat mendukung penanganan karhutla.
Kehadiran armada udara tersebut diharapkan dapat memperkuat respons pemerintah terhadap kebakaran sekaligus membantu mengurangi potensi meluasnya dampak karhutla.
Operasi ini juga menjadi bagian dari pendekatan terpadu dalam menghadapi karhutla, yang tidak hanya mengandalkan pemadaman di darat, tetapi juga memanfaatkan dukungan teknologi dan rekayasa cuaca.
Dengan pengerahan tiga pesawat Cassa-212 beserta puluhan personel, TNI menegaskan dukungannya terhadap upaya pemerintah dalam mengendalikan karhutla di Kalimantan.
Sinergi antara unsur pertahanan, lembaga kebencanaan, dan lembaga meteorologi diharapkan dapat mempercepat penanganan serta menekan risiko kebakaran meluas di tengah kondisi yang rawan terjadi karhutla.













Komentar