JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan laporan komprehensif mengenai progres program Sekolah Rakyat (SR) dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Selasa (27/1/2026).
Gus Ipul mengungkapkan bahwa saat ini program Sekolah Rakyat rintisan telah berhasil dioperasikan di 166 titik yang tersebar luas di 34 provinsi di Indonesia. Operasional ini mencakup jenjang pendidikan dasar hingga menengah, yakni SD, SMP, dan SMA.
Proses aktivasi sekolah-sekolah ini dilakukan secara bertahap sejak Juli 2025. Gus Ipul merinci bahwa 63 titik mulai beroperasi pada Juli, disusul 37 titik pada Agustus, dan 66 titik terakhir pada akhir September hingga awal Oktober.
Program ini juga telah mendapatkan legitimasi langsung melalui peresmian oleh Presiden di Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu. Secara distribusi wilayah, Pulau Jawa memimpin dengan 70 titik, diikuti Sumatera 35 titik, Sulawesi 28 titik, Kalimantan 13 titik, serta wilayah Maluku dan Papua.
Dalam paparannya di hadapan anggota dewan, Mensos menjelaskan bahwa kondisi fisik Sekolah Rakyat saat ini masih beragam; sebagian sudah menempati lahan permanen, sementara sebagian lainnya masih menggunakan lahan milik instansi lain.
Namun, pemerintah memiliki target ambisius untuk menghadirkan setidaknya satu Sekolah Rakyat di setiap kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Proses pembangunan fisik nantinya akan dikawal oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan menggunakan dana APBN.
Untuk tahun 2026, pemerintah telah mengidentifikasi 104 titik lahan yang dinyatakan memenuhi syarat atau clear and clean untuk segera dibangun.
Gus Ipul optimistis bahwa hingga akhir tahun nanti akan ada tambahan 100 titik baru lagi. Dengan proyeksi tersebut, pemerintah menargetkan total 200 titik Sekolah Rakyat akan siap menerima hingga 60.000 siswa pada tahun depan, sebagai upaya nyata memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat menengah ke bawah.














