Momen Hangat Biantiningsih dan Maryani Djojohadikusumo Makan Sore Bersama Siswa Sekolah Rakyat

JurnalPatroliNews – Jakarta – Dua kakak Presiden Prabowo Subianto, Biantiningsih Djiwandono dan Maryani Djojohadikusumo, melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan pada Rabu sore (28/1/2026).

Dalam rombongan tersebut, hadir pula mantan Gubernur Bank Indonesia Soedrajad Djiwandono beserta sejumlah kerabat.

Kehadiran keluarga inti Presiden ini bertujuan untuk melihat langsung perkembangan kualitas pendidikan dan fasilitas di sekolah berasrama yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Suasana ceria menyelimuti area sekolah saat para siswa menyambut tamu dengan yel-yel penuh semangat.

Kunjungan dimulai dengan peninjauan kegiatan keterampilan, di mana para tamu melihat kreativitas siswa dalam membatik dan membuat kerajinan tangan. Tak hanya itu, para siswa juga menunjukkan kepercayaan diri tinggi saat menampilkan bakat seni, mulai dari pencak silat hingga kemampuan berpidato dalam tiga bahasa asing: Inggris, Arab, dan Mandarin.

Fasilitas pembelajaran di SRMA 10 mendapat apresiasi khusus karena telah mengadopsi teknologi modern. Di dalam ruang kelas, Biantiningsih dan Maryani sempat mencoba duduk di bangku sekolah sambil mengamati penggunaan smartboard oleh tenaga pendidik serta laptop yang disediakan bagi setiap siswa.

Rombongan juga meninjau area asrama, laboratorium, hingga ruang makan. Kebersamaan semakin terasa saat anggota keluarga Presiden membaur bersama siswa untuk menikmati snack sore, menciptakan ruang diskusi hangat mengenai cita-cita para murid.

Soedrajad Djiwandono menyatakan kekagumannya atas progres yang ditunjukkan oleh program Sekolah Rakyat yang kini telah tersebar di lebih dari 160 titik di seluruh Indonesia.

Menurutnya, pola pendidikan karakter dan kepemimpinan yang diterapkan menjadi fondasi kuat bagi estafet kepemimpinan bangsa. Sementara itu, Gus Ipul menambahkan bahwa dalam kurun waktu enam bulan, para siswa menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari segi kesehatan fisik, kepercayaan diri, maupun motivasi belajar yang semakin kompetitif.