JurnalPatroliNews – Jakarta – Hujan deras yang mengguyur Ibu Kota sejak Kamis mengakibatkan sejumlah wilayah di Jakarta terendam banjir cukup dalam hingga Jumat (30/1/2026).
Salah satu titik terparah berada di Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, di mana luapan Kali Ciliwung menyebabkan ketinggian air mencapai 1,5 hingga 3,5 meter di beberapa RT.
Kondisi ini memaksa petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan untuk bergerak cepat melakukan evakuasi warga yang terjebak di rumah-rumah mereka.
Pada Jumat pagi sekitar pukul 07.00 WIB, tim Damkar melaksanakan operasi penyelamatan yang cukup menegangkan di Jalan Kompleks Zeni, Rawajati.
Petugas mengerahkan satu unit perahu karet dengan enam personel untuk menjangkau pemukiman padat penduduk yang sudah terkepung air setinggi 150 cm.
Prioritas evakuasi diarahkan kepada kelompok rentan, terutama bayi, balita, dan kaum ibu yang tidak lagi bisa keluar dari kediaman mereka karena akses jalan yang tertutup total oleh aliran air.
Proses evakuasi terekam cukup dramatis saat petugas harus menurunkan seorang bayi secara perlahan dari lantai dua sebuah rumah.
Mengingat lantai dasar rumah sudah terendam air dengan tekanan yang cukup kuat, petugas di atas perahu karet harus bersiaga dengan hati-hati untuk menerima bayi tersebut sebelum akhirnya sang ibu dan seorang balita lainnya ikut diturunkan.
Ketangkasan dan ketenangan personel di lapangan menjadi kunci keberhasilan penyelamatan keluarga tersebut menuju lokasi pengungsian yang lebih aman.
Berdasarkan laporan BPBD DKI Jakarta, setidaknya ada 39 RT di seluruh Jakarta yang masih terendam hingga Jumat pagi. Di Rawajati sendiri, tim Gulkarmat berhasil mengevakuasi sedikitnya enam orang warga dalam satu operasi tersebut.
Petugas mengimbau warga yang masih bertahan di lantai atas rumah untuk segera meminta bantuan evakuasi jika debit air terus meningkat, mengingat kondisi cuaca yang masih menunjukkan potensi hujan susulan di area hulu maupun lokal.














