Saiful Huda: Jokowi Khawatir Posisi Gibran Digoyang di Tengah Masa Jabatan

JurnalPatroliNews – Jakarta – Mantan Presiden Joko Widodo disebut menyimpan kekhawatiran terkait posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dinilai berpotensi menghadapi tekanan politik di tengah masa jabatan. Pandangan tersebut disampaikan oleh mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Harimau Jokowi, Saiful Huda Ems, melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.

Saiful menyebut, kekhawatiran itu tidak hanya berkaitan dengan stabilitas posisi Gibran sebagai wakil presiden, tetapi juga menyangkut masa depan politiknya, termasuk peluang memperoleh dukungan untuk maju dalam Pemilihan Presiden 2029.

“Selain risiko digoyang di tengah jalan, ada juga ancaman Gibran tidak mendapatkan sokongan politik untuk Pilpres mendatang,” ujar Saiful.

Menurutnya, situasi tersebut mendorong Jokowi untuk berupaya mengambil peran lebih besar dalam dinamika partai politik nasional, khususnya dengan keinginan menjadi figur sentral di partai-partai besar.

Namun, upaya tersebut disebut tidak berjalan mulus. Saiful menilai Jokowi tidak mendapatkan ruang yang diharapkan di partai-partai politik mapan.

“Upaya itu kandas karena Jokowi ditolak mentah-mentah,” katanya.

Setelah itu, lanjut Saiful, Jokowi disebut mengalihkan fokus ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan mendorong putra bungsunya, Kaesang Pangarep, menduduki posisi ketua umum.

Tak berhenti di situ, Jokowi juga disebut berupaya membesarkan PSI melalui berbagai langkah simbolik, termasuk menggagas perubahan logo partai menjadi gajah.

Langkah tersebut pun menuai reaksi publik di media sosial. Saiful menyebut sebagian warganet melontarkan sindiran terhadap PSI, meski demikian Jokowi dinilai tetap melanjutkan strateginya tanpa menghiraukan kritik.

“Meski diledek warganet, Jokowi tetap melangkah maju untuk membesarkan PSI,” pungkas Saiful.