JurnalPatroliNews – Jakarta – Tim Rescue Damkar Kabupaten Karawang melakukan aksi evakuasi terhadap dua ekor buaya muara milik warga di dua lokasi berbeda pada Senin (2/2/2026).
Langkah ini diambil setelah para pemilik merasa tidak lagi mampu menangani satwa liar tersebut yang kini ukurannya telah mencapai dua hingga tiga meter.
Faktor keselamatan menjadi alasan utama penyerahan hewan predator ini, mengingat kapasitas kandang yang tersedia sudah tidak lagi memadai untuk menampung bobot dan panjang tubuh buaya yang terus bertambah.
Lokasi evakuasi pertama berada di wilayah Poponcol, Kelurahan Karawang Kulon, di mana petugas mengamankan seekor buaya sepanjang dua meter dengan berat sekitar 30 kilogram.
Tim kemudian melanjutkan operasi ke lokasi kedua di wilayah Pakuncen, tepatnya di kediaman warga berinisial AA. Di tempat tersebut, petugas mengevakuasi buaya yang jauh lebih besar dengan panjang mencapai tiga meter.
Proses evakuasi di lokasi kedua ini memakan waktu sekitar 30 menit dan disaksikan langsung oleh perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Kabid Damkar Kabupaten Karawang, Encep Supriyadi, menjelaskan bahwa para pemilik mengaku telah memelihara reptil tersebut sejak ukurannya masih sangat kecil, bahkan hanya sebesar tokek.
Pada awalnya, buaya-buaya ini diperlakukan layaknya hewan peliharaan jinak dan sering digendong oleh anggota keluarga.
Namun, seiring berjalannya waktu, insting liar dan pertumbuhan fisik satwa tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran serius, terutama di tengah cuaca ekstrem dan hujan deras yang berisiko merusak struktur kandang.
Menanggapi fenomena ini, Encep memberikan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak memelihara satwa liar berbahaya tanpa izin resmi dan standar keamanan yang jelas.
Ia menekankan bahwa buaya tetaplah pemangsa yang memiliki risiko fatal bagi lingkungan sekitar jika tidak dikelola secara profesional.
Setelah berhasil diamankan oleh tujuh personel tim Rescue, buaya-buaya tersebut diserahkan kepada pihak berwenang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di tempat konservasi yang sesuai.














