JurnalPatroliNews – Jakarta – Kementerian Koperasi (Kemenkop) secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk mengoptimalkan peran Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.
Kerja sama ini dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Bandung pada Kamis (5/2/2026).
Fokus utama kolaborasi ini mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta mengintegrasikan teknologi terapan dalam operasional koperasi di seluruh Indonesia.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan bahwa Unpad akan memainkan peran kunci dalam menyiapkan tenaga ahli dan teknologi untuk menyukseskan program prioritas nasional ini.
Beberapa fakultas di Unpad, mulai dari bidang pertanian, peternakan, hingga perikanan, akan dilibatkan untuk mengembangkan mesin-mesin pascapanen serta model bisnis yang relevan dengan kebutuhan pasar modern.
Menkop Ferry yang juga menjabat Ketua Umum IKA Unpad berharap hasil riset akademisi dapat diaplikasikan langsung untuk menciptakan profit yang nyata bagi anggota koperasi dan masyarakat desa.
Selain fokus pada aspek teknis, Kopdes Merah Putih kini juga diarahkan untuk merangkul generasi milenial dan Gen Z. Strategi yang diusung adalah menjadikan gerai koperasi sebagai tempat pemasaran brand lokal hasil kreasi anak muda yang telah melalui proses kurasi ketat.
Langkah ini diambil untuk menghidupkan kembali nilai-nilai gotong-royong dan kekeluargaan dalam kemasan yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi, seperti pemanfaatan video editing untuk promosi pertanian dan pengembangan pariwisata desa.
Jawa Barat akan menjadi wilayah percontohan (piloting) pertama dengan total sekitar 4.000 unit Kopdes Merah Putih yang ditargetkan mulai beroperasi secara penuh pada Maret 2026.
Rektor Unpad, Arief S. Kartasasmita, menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh program ini dengan menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih detail.
Unpad berencana membuka kelas khusus untuk pembekalan pengurus koperasi guna memastikan manajer-manajer di tingkat desa memiliki kemampuan manajerial dan ekonomi bisnis yang mumpuni dalam mengelola aset negara tersebut.














