Prabowo Minta Rekam Jejak Digital Pihak yang Menghina Program Makan Bergizi Gratis Dikumpulkan

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memberikan respons tegas terhadap berbagai pihak yang masih meragukan serta mendiskreditkan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Prabowo menegaskan bahwa inisiatif tersebut murni dirancang untuk menyelamatkan masa depan anak-anak bangsa, bukan sebagai bentuk penghinaan sebagaimana dinarasikan oleh sejumlah pihak.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri peresmian dan groundbreaking Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri serta gudang ketahanan pangan di Palmerah, Jakarta Barat, pada Jumat siang.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menginstruksikan Wakil Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, untuk mengumpulkan dokumentasi video yang memuat pernyataan pesimistis terhadap program unggulannya tersebut.

Prabowo menyatakan keinginannya untuk memiliki rekam jejak digital dari pihak-pihak yang meramalkan program MBG akan gagal atau menyebutnya sebagai penghinaan terhadap martabat bangsa.

Ia mengaku ingin memantau perkembangan opini tersebut sebagai pengingat di tengah target pemerintah untuk menjangkau lebih dari 80 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Bagi Presiden, tuduhan bahwa program tersebut menghina bangsa tidak sejalan dengan realitas niat tulus pemerintah.

Prabowo menekankan bahwa komitmennya di sisa masa hidupnya hanya diperuntukkan bagi pembangunan dan keselamatan Republik Indonesia.

Ia menyatakan bahwa membela kebenaran serta memperjuangkan keadilan bagi rakyat adalah kehormatan tertinggi bagi seorang prajurit.

Presiden optimistis bahwa melalui kolaborasi lintas institusi, termasuk dukungan dari Polri melalui penyediaan SPPG, pemenuhan gizi nasional dapat tercapai secara merata.

Langkah ini dipandang sebagai fondasi penting dalam menciptakan generasi yang kuat dan kompetitif di masa depan, sekaligus membuktikan bahwa kebijakan tersebut adalah solusi nyata bagi kesejahteraan rakyat.