JurnalPatroliNews – Probolinggo – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meresmikan Toko Rakyat Serba Ada (Torasera) Nurja Berkah di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu.
Kehadiran Torasera ini diproyeksikan menjadi model percontohan nasional dalam penguatan ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Menkop menyampaikan bahwa Torasera Nurja Berkah merupakan satu dari dua unit Torasera pertama yang berdiri di tanah air. Keberadaan unit usaha ini dipandang strategis sebagai pusat distribusi (hub) dan integrator ekonomi.
Torasera tidak hanya menyuplai kebutuhan barang ke koperasi desa, tetapi juga berperan sebagai off-taker yang menyerap hasil produksi masyarakat desa di sektor pertanian, perikanan, hingga UMKM.
Ferry Juliantono menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menargetkan pembentukan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih.
Saat ini, sebanyak 30 ribu unit ditargetkan rampung dan siap beroperasi secara fisik pada April 2026.
Pemerintah juga telah menyiapkan dukungan pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) serta sinergi lintas kementerian untuk memastikan perputaran ekonomi tetap berada di desa.
Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi Abdul Haq Zaini, menambahkan bahwa Torasera Nurja Berkah merupakan wujud nyata kemandirian ekonomi berbasis pesantren.
Kehadirannya diharapkan mampu mendorong produk unggulan lokal Probolinggo, khususnya di wilayah Paiton, agar mendapatkan akses pasar yang lebih luas dan profesional.
Selain menjadi pusat perbelanjaan, fasilitas ini diharapkan mampu menjadi sentra penggerak ekonomi keumatan yang berkelanjutan.
Kepala Ponpes Nurul Jadid, Abdul Hamid Wahid, menegaskan komitmen pesantren untuk menjadikan Torasera sebagai bisnis hub yang menyokong operasional koperasi desa di sekitarnya.
Dengan integrasi ini, pesantren tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga motor penggerak kesejahteraan masyarakat sekitar melalui sistem ekonomi gotong royong yang modern.














