Menkop Ferry Juliantono: Ekspor Manggis Subang Bukti Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa

JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian Koperasi Produsen Upland Subang Farm yang berhasil melakukan simbolisasi ekspor manggis segar tahap kedelapan ke China, Kamis (26/2/2026).

Pada pengiriman kali ini, sebanyak 3 ton manggis dilepas ke pasar global, menggenapkan total nilai transaksi kumulatif sejak pengiriman pertama menjadi Rp6,6 miliar.

Menkop Ferry menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa koperasi mampu bersaing di pasar internasional dan menjadi penggerak utama ekonomi pedesaan, selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto.

“Kabupaten Subang adalah wilayah yang super karena telah membuktikan kemampuannya mengekspor berbagai komoditas. Insyaallah, kami siap membantu agar target ekspor nanas ke Timur Tengah juga segera terealisasi,” ujar Menkop Ferry dalam sambutannya di Subang.

Dukungan Pembiayaan dan Ekspansi Bisnis

Untuk memperkuat skala usaha, Menkop mendorong Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) memberikan dukungan permodalan.

Berdasarkan hasil kajian awal, LPDB diproyeksikan memberikan suntikan dana tahap pertama sebesar Rp4 miliar, yang berpotensi ditingkatkan hingga Rp20 miliar seiring dengan proses inkubasi dan pendampingan.

Dukungan modal ini diharapkan mampu:

  • Meningkatkan Kesejahteraan Petani: Koperasi dapat menyerap produk pertanian dengan harga yang lebih kompetitif.
  • Diversifikasi Produk: Rencana pembangunan unit bisnis pengemasan nanas dalam kaleng untuk pasar ekspor.
  • Perbaikan Manajemen: Memperkuat kapasitas SDM pasca-panen dan manajemen operasional koperasi.

Sinergi Ekosistem Koperasi Nasional

Selain pasar ekspor, Menkop Ferry ingin produk unggulan Subang merambah pasar domestik melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Jangan hanya diekspor, produk lokal Subang juga harus bisa dinikmati masyarakat melalui jaringan koperasi desa di seluruh Indonesia. Inilah ekosistem ekonomi kerakyatan yang sedang kita bangun,” tambahnya.

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, menyatakan kebanggaannya karena manggis Subang kini telah memenuhi standar kualitas internasional.

Sementara itu, Manager Koperasi Upland Subang Farm, Dadang Firmansyah, mengakui bahwa peluang pasar sangat besar, namun keterbatasan modal selama ini menjadi hambatan untuk memenuhi seluruh permintaan buyer.

Direktur Utama LPDB, Krisdiyanto, memastikan pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan profiling usaha. LPDB berkomitmen memberikan pendampingan berkelanjutan agar koperasi ini mampu tumbuh secara signifikan dan mengekspor dalam kapasitas yang jauh lebih besar.