Runmadhan: Cara Seru Mahasiswa Unpar dan Warga Ciumbuleuit Hidupkan Malam Ramadan

JurnalPatroliNews – Jakarta – Kawasan Ciumbuleuit yang biasanya didominasi oleh hiruk-pikuk kendaraan dan aktivitas akademik mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), kini tampak berbeda selama malam-malam Ramadan.

Sebuah gerakan spontan bertajuk “Runmadhan” berhasil mengubah suasana depan kampus menjadi arena balap lari santai yang mempertemukan mahasiswa dengan warga sekitar dalam harmoni yang positif.

Digagas oleh sekelompok mahasiswa yang awalnya hanya ingin mengisi waktu luang di bulan puasa, Runmadhan kini berkembang menjadi ruang interaksi sosial yang hangat.

Muhammad Attila, salah satu inisiator, mengungkapkan bahwa ide ini muncul dari obrolan santai antar-teman yang ingin menciptakan kegiatan bermanfaat tanpa sekat.

“Awalnya kita lagi ‘gabut’ di bulan puasa. Akhirnya muncul ide buat acara lari. Kami ingin mendekatkan diri dengan warga sekitar dan menghapus image elitis yang kadang menempel pada mahasiswa, tanpa perlu lembaga formal, yang penting bisa bareng-bareng,” ujar Attila.

Antusiasme Warga dan Pesan Positif

Kegiatan yang dimulai sejak akhir Februari lalu ini telah memasuki pelaksanaan kedua dengan partisipasi yang terus melonjak. Tercatat sekitar 30 pasangan pelari, baik dari kalangan mahasiswa maupun remaja sekitar, turut memeriahkan jalur lari di depan kampus.

Menariknya, mayoritas penonton yang hadir justru merupakan warga setempat yang memberikan dukungan penuh.

Kehadiran Runmadhan juga diapresiasi oleh warga karena dianggap mampu meredam potensi kenakalan remaja di malam hari.

Dio Rama, salah satu warga yang menyaksikan acara tersebut, menilai kegiatan ini jauh lebih baik ketimbang aktivitas berbahaya seperti perang sarung atau menyalakan petasan.

“Kegiatan ini sangat positif. Biasanya anak-anak main petasan yang cukup berbahaya, sekarang mereka punya wadah olahraga yang lebih cair dan sehat,” kata Dio. Ia menambahkan bahwa sekitar 60 persen peserta dari pihak warga adalah anak-anak yang terlihat sangat antusias.

Lapak Baju Gratis dan Semangat Berbagi

Runmadhan tidak hanya soal adu kecepatan. Di sudut area kegiatan, mahasiswa juga membuka lapak pakaian layak pakai yang bisa diambil secara cuma-cuma oleh siapa pun yang membutuhkan. Semangat berbagi ini menjadi pelengkap esensi Ramadan dalam kegiatan tersebut.

Meski berlangsung di tepi jalan umum, koordinasi dengan pihak kepolisian dan kampus tetap dilakukan secara ketat guna menjaga kelancaran lalu lintas. .

Penyelenggara rutin menghimbau peserta dan penonton agar tetap tertib di area depan kampus saja.

“Kami sudah koordinasi dengan kepolisian dan kampus. Hadiah kadang ada kalau ada rezeki, tapi pada dasarnya kegiatan ini lahir dari keinginan bersama untuk membangun kedekatan,” pungkas Mochammad Vinton, inisiator lainnya.

Para penggagas berharap semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat ini tidak berhenti saat Ramadan usai, melainkan terus berlanjut dalam bentuk kegiatan kreatif lainnya.