JurnalPatroliNews – Pasuruan – Pemerintah terus memperkuat strategi perlindungan sosial melalui langkah inovatif yang memadukan bantuan sosial dengan pemberdayaan ekonomi.
Bertempat di Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Selasa (10/3), Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono secara resmi meluncurkan kolaborasi antara Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih dengan Program Keluarga Harapan (PKH).
Program ini menjadi tonggak penting dalam mentransformasi keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial agar tidak sekadar menjadi konsumen, tetapi beralih menjadi anggota koperasi yang produktif.
“Kalau semua penerima manfaat PKH dan sembako menjadi anggota Kopdes, maka ini meringankan tugas pemerintah untuk mendorong peningkatan kesejahteraan. Ikhtiar ini adalah terobosan menuju kemandirian keluarga,” ujar Menkop Ferry Juliantono.
Manfaat Keanggotaan: Dari Subsidi Hingga SHU
Menkop Ferry menjelaskan bahwa bergabungnya warga ke dalam Kopdes Merah Putih memberikan sejumlah keuntungan nyata, antara lain:
- Akses Komoditas Bersubsidi: Anggota dipastikan mendapatkan kemudahan akses terhadap pupuk, gas LPG, dan kebutuhan pokok lainnya.
- Penyaluran SHU: Di akhir periode, anggota akan menerima Sisa Hasil Usaha (SHU) dari keuntungan transaksi koperasi, yang diharapkan mampu mengangkat derajat ekonomi mereka ke desil yang lebih tinggi.
- Peran Offtaker: Kopdes akan bertindak sebagai pembeli (offtaker) bagi produk UMKM lokal, peternakan, hingga kuliner hasil karya masyarakat desa.
Hingga saat ini, pembangunan gerai Kopdes Merah Putih telah dilakukan secara masif di seluruh Indonesia, dengan 2.200 gerai yang sudah dinyatakan selesai 100 persen.
Sinergi Lintas Kementerian
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mendukung penuh integrasi ini. Ia menekankan bahwa di Kabupaten Pasuruan saja terdapat lebih dari 229 ribu keluarga penerima manfaat yang akan didorong menjadi anggota koperasi.
“Bansos itu sementara, berdaya itu selamanya. Kami ingin bantuan ini digunakan secara produktif, bukan untuk membayar utang atau hal negatif seperti judi online. Semangatnya adalah menjadi keluarga mandiri melalui pintu koperasi,” tegas Mensos yang akrab disapa Gus Ipul.
Dampak Ekonomi di Jawa Timur
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi atas pertumbuhan pesat Kopdes di wilayahnya. Saat ini, sudah beroperasi 97 Kopdes di Jawa Timur dengan total anggota terdaftar mencapai 157 ribu orang.
“Koperasi desa mampu memperkokoh ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global dan menciptakan multiplier effect bagi ekonomi desa yang tumbuh positif,” kata Emil.
Acara ditutup dengan penyerahan simbolis kartu anggota Kopdes, bantuan modal kerja dari BNI dan Bank Jatim masing-masing senilai Rp20 juta, serta bantuan logistik dari Pupuk Indonesia, Bulog, dan ID Food untuk mendukung operasional gerai di Desa Gejugjati.














