JurnalPatroliNews – Jakarta – Markas Besar (Mabes) Polri merilis jadwal prediksi puncak arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Berdasarkan analisis terbaru, arus pergerakan masyarakat pada tahun 2026 ini diprediksi akan terjadi lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menyampaikan bahwa puncak kepadatan lalu lintas pada fase keberangkatan dan kepulangan akan terbagi dalam dua gelombang utama.
“Puncak arus mudik diprediksi jatuh pada tanggal 13 dan 17 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 dan 28 Maret,” ujar Irjen Johnny dalam konferensi pers di Mabes Polri, Rabu (11/3).
Potensi Pergerakan 143 Juta Orang
Data hasil survei Kementerian Perhubungan menunjukkan angka yang fantastis terkait jumlah pemudik tahun ini. Tercatat ada potensi pergerakan sebanyak 143 juta orang yang akan melintasi berbagai wilayah di Indonesia dengan beragam moda transportasi.
Menyikapi hal tersebut, Polri bersama instansi terkait telah menyiapkan infrastruktur pengamanan dan pelayanan secara masif, meliputi:
- 2.756 Posko: Terdiri dari pos terpadu, pos pelayanan, dan pos pengamanan.
- 185.544 Objek Pengamanan: Meliputi rumah ibadah, lokasi salat Id, objek wisata, pusat perbelanjaan, hingga titik transportasi utama (pelabuhan, terminal, stasiun, dan bandara).
Strategi Rekayasa Lalu Lintas
Polri menegaskan akan menerapkan berbagai strategi rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional. Pengaturan seperti one way, contraflow, maupun ganjil-genap akan disesuaikan dengan dinamika kepadatan kendaraan di lapangan demi memastikan kelancaran perjalanan masyarakat.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut berpesan agar seluruh personel di lapangan memaksimalkan pelayanan. Fokus utama Polri adalah memastikan seluruh warga yang merayakan Idul Fitri dapat sampai ke tujuan dengan aman dan nyaman.
“Pelayanan kepada masyarakat harus benar-benar ter-deliver dengan baik. Personel diminta sigap dalam menghadapi segala perkembangan situasi di jalur mudik,” pungkas Johnny.














