JurnalPatroliNews – Jakarta – Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi menandatangani enam nota kesepahaman (MoU) strategis dengan China-Shanghai Cooperation Organization Economic and Trade Exchange Center (SCO-ETEC) di Jakarta, Kamis (12/3).
Kerja sama ini bertujuan untuk membangun ekosistem industri perikanan modern yang dikelola langsung oleh masyarakat melalui koperasi.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut konkret dari kesepakatan ekonomi antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping.
Fokus utama kerja sama ini adalah memberdayakan nelayan dan masyarakat pesisir melalui Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.
“Indonesia memiliki potensi laut yang luar biasa, namun wilayah pesisir masih menghadapi tantangan kemiskinan ekstrem. Melalui kerja sama ini, kita ingin meningkatkan kapasitas perikanan sekaligus menghilangkan kemiskinan di desa-desa pesisir,” tegas Ferry.
6 Fokus Kerja Sama Strategis
Kerja sama dengan SCO-ETEC mencakup pembangunan infrastruktur vital berbasis koperasi, antara lain:
- Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS): Untuk mendukung energi mandiri di kawasan pesisir.
- Pabrik Es dan Cold Storage: Menjaga rantai dingin dan kualitas hasil tangkapan nelayan.
- Gudang Ikan Modern: Fasilitas penyimpanan berstandar internasional.
- Pemberdayaan Galangan Kapal: Koperasi akan dilibatkan dalam pengelolaan dan perawatan armada kapal.
- Peningkatan Kapasitas Kelembagaan: Pelatihan manajemen dan SDM koperasi sektor perikanan.
- Pengembangan Kawasan Terintegrasi: Sinergi pemberdayaan ekonomi di wilayah tangkap.
Transfer Teknologi dan Akses Pasar
Menkop Ferry menekankan bahwa kemitraan ini bukan sekadar investasi fisik, melainkan juga jalur transfer teknologi dan pengetahuan dari Tiongkok ke Indonesia. Dengan dukungan SCO-ETEC, koperasi diharapkan mampu menembus akses pasar global dan meningkatkan daya saing produk perikanan nasional.
Sementara itu, Ketua Umum SCO-ETEC, Yang Zijun, memberikan apresiasi tinggi terhadap program Koperasi Desa Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo.
Menurutnya, kebijakan ini sangat pro-rakyat dan memberikan kepercayaan tinggi bagi investor Tiongkok untuk masuk ke sektor maritim Indonesia.
“Kami siap mendukung penguatan ekonomi rakyat Indonesia. Kebijakan ini membuat kami penuh percaya diri terhadap masa depan ekonomi Indonesia, khususnya di bidang perikanan, pertanian, dan logistik,” ujar Yang Zijun.














