JurnalPatroliNews – Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengajak masyarakat menjaga keharmonisan dan toleransi menjelang perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idulfitri yang tahun ini berlangsung berdekatan.
Ajakan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri Upacara Melasti di Pura Segara, Jakarta, Minggu (15/3/2026). Upacara tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan menjelang Nyepi yang diikuti umat Hindu di ibu kota.
Dalam kesempatan itu, Pramono menyampaikan kehadirannya bersama Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga bertujuan memastikan umat Hindu dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan khidmat dan tertib.
“Pada hari ini, saya bersama Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menghadiri Upacara Melasti sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Kehadiran kami untuk memastikan umat Hindu di Jakarta dapat menjalankan ibadahnya dengan baik, tertib, khidmat, dan penuh sukacita,” ujarnya.
Upacara Melasti sendiri merupakan ritual penting dalam tradisi Hindu yang melambangkan penyucian diri secara lahir dan batin. Menurut Pramono, nilai-nilai yang terkandung dalam ritual tersebut mengajarkan manusia untuk menenangkan pikiran, menata hati, serta hidup selaras dengan alam dan sesama.
Ia juga menyoroti momen perayaan Nyepi tahun ini yang berdekatan dengan Idulfitri, dua hari besar keagamaan yang memiliki makna spiritual mendalam bagi umat Hindu dan umat Islam.
Karena itu, Pramono mengajak seluruh warga untuk terus menjaga keharmonisan dan keberagaman agar Jakarta tetap aman, damai, serta kondusif.
“Saya mengajak seluruh masyarakat di Jakarta untuk bersama-sama menjaga keharmonisan, toleransi, dan keberagaman, serta memastikan Jakarta tetap aman, damai, dan kondusif. Mudah-mudahan perayaan Nyepi dan Idulfitri dapat berlangsung dengan baik,” tuturnya.
Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan rangkaian perayaan Nyepi di Jakarta, termasuk kegiatan budaya seperti parade ogoh-ogoh yang sebelumnya digelar di kawasan Bundaran HI.
Menurutnya, kegiatan budaya dan keagamaan tersebut menunjukkan bahwa Jakarta merupakan rumah bersama bagi seluruh umat beragama sekaligus ruang terbuka bagi pelestarian tradisi.
Ia pun menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus menjaga kehidupan beragama yang aman dan penuh toleransi.
“Sebagai gubernur, saya adalah gubernur bagi semua agama, semua golongan, dan semua kelompok. Komitmen itu akan terus kami jalankan agar Jakarta tetap menjadi kota yang rukun, damai, dan penuh kebersamaan,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Pramono turut menyampaikan ucapan selamat kepada umat Hindu yang tengah menjalankan rangkaian ibadah Melasti dan menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
“Semoga Catur Brata Penyepian dapat terlaksana dengan baik sehingga kita semua dapat menjadi manusia yang lebih baik, memulai kembali kehidupan dengan hati yang suci, serta menjaga bumi melalui perenungan diri,” pungkasnya.














