Bitcoin Melonjak Lebih dari 3 Persen, Didukung Permintaan Institusional

JurnalPatroliNews – Jakarta – Harga Bitcoin mencatat kenaikan sekitar 3,24 persen dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di kisaran 73.856 dolar AS pada Senin (16/3/2026), berdasarkan data dari CoinMarketCap.

Kenaikan tersebut terjadi di tengah kondisi pasar kripto global yang relatif stagnan. Permintaan kuat dari investor institusional disebut menjadi faktor utama yang menopang harga aset kripto terbesar di dunia tersebut.

Minat institusi terlihat dari arus dana yang masuk ke produk ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Pada 13 Maret, ETF tersebut mencatat arus masuk bersih sekitar 180,33 juta dolar AS dan menjadi hari kelima berturut-turut terjadi inflow. Sepanjang sepekan terakhir, total dana yang mengalir ke instrumen tersebut mencapai sekitar 767,32 juta dolar AS.

Arus modal ini turut menahan tekanan jual yang berasal dari investor besar atau whale yang dilaporkan melepas sekitar 16.100 BTC ke pasar. Meski terjadi aksi jual dalam jumlah besar, harga Bitcoin tetap mampu bertahan di atas level psikologis 70.000 dolar AS.

Selain faktor institusional, sentimen makroekonomi global juga berperan dalam mendorong pergerakan harga. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak dunia ikut memengaruhi pergerakan berbagai aset berisiko, termasuk pasar kripto.

Dari sisi analisis teknikal, Bitcoin saat ini tengah menguji level resistensi penting di sekitar 73.726 dolar AS. Level tersebut dianggap krusial karena berkaitan dengan indikator MVRV (-0,5 band) yang kerap menjadi batas antara fase konsolidasi dan potensi kenaikan lanjutan.

Dalam jangka pendek, pelaku pasar kini menantikan data arus dana ETF berikutnya yang dijadwalkan dirilis pada 17 Maret. Data tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu faktor yang menentukan arah pergerakan harga Bitcoin selanjutnya.