Hasil DNA Identik, Misteri Dua Mayat Perempuan di Jombang Terungkap sebagai Warga Nganjuk

JurnalPatroliNews – Jombang – Teka-teki penemuan dua mayat perempuan di belakang bangunan kosong bekas asrama polisi, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, akhirnya terungkap. Pihak kepolisian memastikan bahwa ibu dan anak yang ditemukan pada Rabu (25/2) tersebut meninggal dunia akibat tindakan bunuh diri.

Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, mengungkapkan bahwa identitas kedua korban telah dipastikan melalui uji DNA. Korban adalah SK (36) dan putrinya, NCQ (6), yang tercatat sebagai warga Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk.

“Berdasarkan analisis rekaman CCTV, SK membonceng putrinya menggunakan sepeda motor Yamaha Vega hitam nopol AG 5053 WO dari rumah menuju lokasi kejadian. Tidak ada orang lain yang membuntuti atau bersama mereka saat itu,” ujar AKBP Ardi dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).

Rangkaian investigasi ilmiah yang didukung oleh Polda Jawa Timur menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh kedua korban. Hasil autopsi mengungkap bahwa NCQ (6) tewas akibat luka bakar dan paparan asap pada saluran pernapasan, sementara sang ibu, SK, meninggal dunia akibat pendarahan hebat serta kerusakan pada rongga perut.

Polisi menyimpulkan bahwa SK terlebih dahulu memberikan cairan pembersih porselen kepada anaknya sebelum akhirnya melakukan aksi pembakaran dan mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara serupa. Cairan tersebut diketahui dibeli oleh SK melalui salah satu saudaranya sebelum kejadian.

AKBP Ardi juga menambahkan bahwa SK memiliki riwayat psikologis yang rentan. Korban diketahui pernah melakukan percobaan bunuh diri sebelumnya dengan meminum cairan pembasmi serangga.

“Korban memiliki karakter tertutup dan cenderung memendam masalah sendiri,” pungkas AKBP Ardi. Saat ini, kasus tersebut dinyatakan ditutup setelah seluruh bukti lapangan dan hasil laboratorium forensik sinkron dengan kesimpulan akhir penyidik.