JurnalPatroliNews – Jakarta – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, membeberkan suasana di balik pertemuan hangat antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, di Istana Merdeka, Kamis (19/3/2026) lalu.
Pertemuan tersebut dinilai menjadi oase kesejukan politik di tengah momentum Idulfitri 1447 Hijriah.
Menurut Hasto, meskipun pertemuan dilangsungkan dalam bingkai agenda kenegaraan, suasana yang tercipta sangat cair dan penuh nostalgia.
Megawati sendiri menyebut momen tersebut sebagai pertemuan antara “teman lama” yang sudah saling mengenal sejak lama.
“Ibu Megawati Soekarnoputri sudah bertemu dengan Bapak Presiden Prabowo. Pertemuan itu dikatakan oleh Ibu Mega sebagai pertemuan ‘teman lama’. Berlangsung sangat akrab, membahas berbagai persoalan strategis bangsa dan negara,” ujar Hasto dalam konferensi pers di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/3/2026).
Momen ikonik terekam saat Megawati menaiki dan menuruni tangga Istana Merdeka dengan tangan bersandar pada Presiden Prabowo, sebuah simbol penghormatan dan kedekatan personal yang mendalam.
Keduanya tampak duduk berdampingan di sofa Istana, didampingi oleh Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
Hasto menegaskan bahwa pertemuan ini mencerminkan karakter asli bangsa Indonesia yang mengedepankan dialog. Ia juga mengingatkan bahwa tradisi halalbihalal yang kini menjadi napas Lebaran di Indonesia merupakan warisan Presiden Soekarno untuk mencairkan ketegangan politik.
“Idulfitri adalah semangat persaudaraan dan maaf-memaafkan. Tradisi ini dirintis oleh Bung Karno melalui halalbihalal, sebuah cara merayakan Idulfitri yang sangat khas Indonesia dan betul-betul berkebudayaan,” tambah Hasto.
Melalui media sosialnya, Presiden Prabowo pun membagikan momen tersebut dengan pesan optimis. “Pada hari ke-29 bulan Ramadan menjelang Idulfitri 1447 H, saya menerima Presiden ke-5 RI, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri.
Pertemuan ini melanjutkan silaturahmi antar pemimpin bangsa,” tulisnya. Pertemuan ini diharapkan menjadi pondasi bagi stabilitas politik nasional dalam menghadapi tantangan global ke depan.













