JurnalPatroliNews – Jakarta – Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah menjadi momentum paling bersejarah bagi Naila (12). Siswi Sekolah Rakyat (SRMP) 23 Makassar yang sempat menarik perhatian Presiden RI Prabowo Subianto ini, kini tak lagi harus berdesakan di bilik sempit berukuran 5×4 meter.
Penantian panjang keluarganya berakhir manis dengan penyerahan kunci rumah layak huni di kawasan Salodong, Makassar.
Mengenakan seragam kebanggaan baret merahnya, Naila tak kuasa membendung haru saat menatap hunian barunya. “Terima kasih Bapak Presiden Prabowo sudah memberi saya rumah. Semoga Bapak sehat selalu, panjang umur, dan bertambah rezeki,” ucap Naila dengan suara bergetar, Minggu (22/3/2026).
Sebelumnya, Naila tinggal bersama sang ayah, Syamsul (37), yang bekerja sebagai juru parkir, serta ibunya, Nurlia (35), di sebuah bangunan yang berdiri di atas lahan orang lain dengan kondisi dinding retak dan lantai tanah.
Atas instruksi langsung Presiden Prabowo, Pemerintah Kota Makassar merespons cepat dengan membangun 30 unit rumah layak huni secara bertahap di Salodong.
Suasana Baru, Harapan Baru Hunian baru Naila kini tampak bersih dengan dinding panel putih dan cahaya yang cukup. Di dalam kamar pribadinya, Naila mulai menata boneka beruang kecil di atas meja sebuah kemewahan ruang yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Beranda rumah pun kini dihias dengan kursi santai, tempat Naila menghabiskan waktu luangnya.
Perubahan fisik tempat tinggal ini berdampak besar pada psikologis Naila. Kepala Sekolah SRMP 23 Makassar, Radya, mencatat perubahan positif pada anak didiknya tersebut. “Naila yang awalnya pemalu, sekarang jauh lebih percaya diri dan periang. Ia membawa aura positif bagi teman-temannya,” ungkap Radya.
Mudik dengan Hati Ringan Lebaran tahun ini, Naila telah merencanakan mudik ke kampung halaman untuk bertemu neneknya.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini ia pulang dengan membawa kabar bahagia tentang martabat keluarga yang telah terangkat.
Pihak sekolah pun memastikan seluruh siswa, termasuk Naila, dapat mudik dengan aman melalui penyediaan transportasi khusus lengkap dengan paket bingkisan (hampers) untuk orang tua di kampung. Bagi Naila, rumah baru ini adalah simbol bahwa ia dihargai dan layak mendapatkan masa depan yang lebih baik di bawah naungan kepedulian negara.














