JurnalPatroliNews – Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan hingga penutupan sesi I perdagangan Rabu (25/3/2026) siang. Berdasarkan data Stockbit, IHSG ditutup di level 7.199,20 atau naik 92,36 poin setara 1,30 persen.
Penguatan ini mencerminkan rebound yang cukup solid setelah pada awal perdagangan IHSG sempat dibuka melemah 33,07 poin atau 0,47 persen ke level 7.073,76. Seiring berjalannya waktu, indeks berbalik arah dan terus menguat hingga mencapai level tertinggi pada sesi siang.
Aktivitas perdagangan tercatat ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp13,30 triliun. Volume perdagangan mencapai 25,93 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,35 juta kali. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 532 saham menguat, 181 saham melemah, dan 105 saham bergerak stagnan.
Penguatan IHSG sejalan dengan pergerakan bursa saham Asia yang cenderung positif, dipimpin oleh indeks Kospi. Sentimen pasar turut ditopang oleh perkembangan global, termasuk indikasi meredanya ketegangan konflik di Timur Tengah yang memicu optimisme investor. Di sisi lain, pergerakan pasar global masih dibayangi oleh kinerja Wall Street yang sebelumnya ditutup melemah terbatas.
Indeks saham unggulan LQ45 juga mencatatkan penguatan signifikan. Setelah sempat naik tipis di awal perdagangan, indeks ini menguat 12,20 poin atau 1,69 persen ke level 734,61 pada sesi siang.
Pada jajaran saham, sejumlah emiten mencatatkan kenaikan tajam. Ever Shine Tex (ESTI) memimpin penguatan dengan lonjakan 27,64 persen ke level 157, diikuti Island Concepts Indonesia (ICON) yang naik 26,36 persen ke 139. Satria Mega Kencana (SOTS) dan Sunson Textile Manufacture (SSTM) masing-masing menguat 25 persen, sementara Ginting Jaya Energi (WOWS) naik 21,43 persen.
Di sisi lain, tekanan jual terjadi pada beberapa saham. Rockfields Properti Indonesia (ROCK) mencatat penurunan terbesar sebesar 14,77 persen ke level 3.000. Disusul Alakasa Industrindo (ALKA) yang turun 14,47 persen, Arthavest (ARTA) melemah 11,40 persen, Prasidha Aneka Niaga (PSDN) turun 10,69 persen, serta Nusantara Almazia (NZIA) yang terkoreksi 9,82 persen.
Penguatan IHSG hingga sesi I ini mencerminkan meningkatnya optimisme investor, didorong oleh sentimen eksternal yang lebih kondusif serta kinerja positif pasar regional.












