JurnalPatroliNews – Jakarta – Sebuah momen mengharukan sekaligus memprihatinkan terjadi di Rest Area Jatibening, Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (24/3).
Seorang ibu muda bernama Sintia ditemukan menangis tersedu-sedu sambil menggendong bayinya setelah diturunkan paksa oleh oknum sopir travel yang ia tumpangi.
Kejadian bermula saat Sintia diminta turun oleh sang sopir dengan dalih akan dipindahkan ke armada lain. Namun, setelah menunggu selama berjam-jam di sudut rest area, kendaraan yang dijanjikan tak kunjung datang menjemput.
Dalam kondisi panik dan mengkhawatirkan keselamatan bayinya, Sintia akhirnya mendatangi Pos Pantau Pengamanan Mudik “Ketupat Jaya-2026” untuk meminta pertolongan.
“Ibu Sintia yang menggendong bayinya diturunkan oleh travel untuk dipindahkan ke travel lain dan sudah menunggu berjam-jam namun tak kunjung datang.
Sambil menangis, beliau langsung mengadu kepada anggota Polri yang berjaga,” tulis akun Instagram resmi Polsek Pondok Gede, @humas_polsekpondokgede, dikutip Rabu (25/3).
Di lokasi tersebut, sejumlah pejabat teras kepolisian yang sedang memantau arus mudik, termasuk Dirbinmas Polda Metro Jaya Brigjen Harri Muharram Firmansyah, Ka Yanma Polda Metro Jaya, dan Kapolsek Pondok Gede Kompol Bambang Sugiharto, langsung merespons laporan tersebut. Setelah mendengar kronologi yang dialami korban, petugas memutuskan untuk segera mengevakuasi Sintia.
Tanpa menunggu lama, pihak kepolisian mengerahkan mobil dinas untuk mengantarkan Sintia beserta bayi dan tumpukan koper barang bawaannya menuju kediamannya di kawasan Kranji, Bekasi Barat.
Momen kepulangan tersebut berlangsung haru. Sintia yang duduk di kursi belakang mobil dinas polisi tak kuasa menahan air mata saat mobil sampai tepat di depan rumahnya.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak karena sudah mengantarkan saya sampai ke rumah,” ucap Sintia dengan suara bergetar.
Aksi cepat tanggap personel kepolisian ini mendapat apresiasi luas dari warga net, sekaligus menjadi peringatan bagi para penyedia jasa transportasi untuk tidak menelantarkan penumpang, terutama kelompok rentan seperti ibu dan anak di tengah musim mudik.














