Kunjungan Kenegaraan Jepang, Prabowo Diperkenalkan ke Putra Mahkota dalam Suasana Akrab

JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melangsungkan pertemuan bersejarah dengan Kaisar Jepang, Naruhito, dalam rangkaian kunjungan kenegaraannya di Tokyo.

Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa pertemuan tersebut berjalan sangat khidmat namun jauh dari pembahasan politik praktis.

Sesuai dengan protokol dan posisi Kaisar sebagai simbol negara Jepang, pembicaraan difokuskan pada penguatan hubungan bilateral dan kedekatan antarwarga kedua negara.

“Posisi kaisar sebagai simbol kenegaraan Jepang tidak membicarakan hal-hal yang sifatnya politis, tetapi lebih kepada hubungan bilateral dan hubungan people-to-people,” jelas Sugiono dalam konferensi pers di Jepang, Senin (30/3/2026).

Perhatian Terhadap WNI di Jepang Dalam pertemuan tersebut, Kaisar Naruhito menyampaikan pesan khusus mengenai keberadaan warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal dan bekerja di Jepang. Pihak Kekaisaran berkomitmen untuk memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi komunitas Indonesia.

“Beliau menyampaikan harapannya semoga WNI di Jepang bisa diperlakukan (treat) dengan baik. Jika ada hal yang menjadi perhatian (concern), Kaisar meminta pihak Indonesia menyampaikannya agar tercipta kerja sama yang erat,” tambah Sugiono.

Keakraban dengan Putra Mahkota Salah satu momen menarik dalam kunjungan ini adalah saat Presiden Prabowo diperkenalkan secara resmi kepada Putra Mahkota Jepang.

Suasana pertemuan disebut berlangsung sangat akrab dan familiar, terutama saat agenda makan siang bersama.

“Tadi beliau (Putra Mahkota) juga ikut bersama kita makan siang yang berjalan sangat akrab. Secara resmi tadi memang pertemuan berdua (Presiden dan Kaisar), namun saat makan siang suasana sangat familiar,” tandas Sugiono.

Jepang tetap menjadi mitra strategis utama bagi Indonesia, sebagai salah satu dari lima investor terbesar dan mitra sejarah yang krusial. Kunjungan ini diharapkan semakin mempererat stabilitas kawasan dan kerja sama ekonomi di masa depan.