JurnalPatroliNews – Jakarta – Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian di Lebanon.
Pernyataan tersebut disampaikan Lee saat menerima kunjungan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan Blue House, Rabu (1/4).
“Saya ingin menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada anggota militer Indonesia yang berpartisipasi dalam operasi perdamaian di Lebanon yang telah meninggal dunia akibat ledakan,” ujar Lee dalam pertemuan tersebut.
Selain menyampaikan duka cita, Lee juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.
Menurutnya, kolaborasi ekonomi yang lebih erat diperlukan untuk meminimalkan dampak negatif dari berbagai isu global, termasuk gangguan rantai pasok dan ketidakstabilan geopolitik.
“Saya percaya bahwa kita perlu meningkatkan kerja sama ekonomi antara kedua negara kita agar dapat meminimalkan dampak negatif dari isu-isu global tersebut,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Lee juga menyoroti peran strategis Indonesia dalam menjaga stabilitas pasokan energi bagi Korea Selatan. Ia menyebut Indonesia sebagai mitra penting dalam penyediaan energi, khususnya melalui ekspor gas alam cair (LNG) dan batu bara yang dinilai berlangsung stabil.
“Kami sangat yakin mengetahui bahwa Indonesia menyediakan LNG dan batu bara secara sangat stabil kepada Korea,” pungkas Lee.
Pertemuan kedua kepala negara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan bilateral, baik di bidang ekonomi maupun kerja sama strategis lainnya di tengah situasi global yang terus berkembang.














