JurnalPatroliNews – WASHINGTON — Komando Pusat Militer Amerika Serikat atau CENTCOM membantah klaim Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) yang menyebut telah menembak jatuh jet tempur AS di kawasan Selat Hormuz.
Dalam pernyataan resminya, CENTCOM menegaskan seluruh aset udara yang dikerahkan di wilayah tersebut masih dalam kondisi lengkap dan tidak ada yang hilang.
“Semua pesawat tempur AS telah terdata. IRGC Iran telah membuat klaim palsu yang sama setidaknya setengah lusin kali,” demikian pernyataan CENTCOM melalui platform X, dikutip Jumat (3/4/2026).
Sebelumnya, IRGC mengklaim telah menjatuhkan sebuah jet tempur milik Washington di sekitar Pulau Qeshm. Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh pihak militer AS.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat sejak dimulainya operasi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan drone dan rudal ke sejumlah wilayah di kawasan, termasuk Israel, Yordania, dan Irak, serta menargetkan fasilitas yang berkaitan dengan kepentingan militer AS.
Eskalasi konflik tersebut dinilai semakin memperburuk stabilitas keamanan regional, sekaligus menimbulkan kekhawatiran terhadap terganggunya jalur perdagangan internasional, terutama di kawasan strategis Selat Hormuz yang menjadi salah satu rute utama distribusi energi dunia.














