JurnalPatroliNews – Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga ketersediaan lapangan kerja meskipun ketidakpastian geopolitik global mulai menekan sektor industri nasional.
Pemerintah kini menyiapkan langkah strategis agar pasar kerja tetap adaptif, transparan, dan inklusif.
Pernyataan tersebut disampaikan Menaker Yassierli saat membuka Forum Jejaring Kemitraan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri bersama Kamar Dagang Amerika di Indonesia (AmCham Indonesia) dan Firma Hukum SSEK di Jakarta, Selasa (7/4).
Langkah Preventif dan Stabilitas Pasar Kerja Menaker menekankan bahwa Indonesia tidak boleh sekadar bersikap reaktif terhadap dinamika global.
Penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan tenaga kerja menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Indonesia tak bisa hanya menunggu masalah terjadi. Kemnaker telah menyiapkan sistem peringatan dini (early warning system) terkait PHK, mengintensifkan dialog bipartit, serta mengakselerasi program reskilling dan upskilling bagi tenaga kerja,” ujar Yassierli.
Link and Match Melalui Platform Digital Salah satu poin krusial yang disoroti adalah kesenjangan (mismatch) antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri. Menaker meminta perusahaan untuk proaktif melaporkan kebutuhan tenaga kerja mereka melalui platform KarirHub SIAPKerja.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan rekrutmen berjalan lebih transparan dan informasi lowongan kerja dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat luas.
Selain itu, Yassierli mengajak AmCham untuk terlibat langsung dalam pengembangan pelatihan vokasi, terutama bagi pekerja kategori low-medium skill.
Inklusivitas dan Adaptasi Teknologi AI Di tengah masifnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), Kemnaker terus memfasilitasi kebutuhan industri agar tenaga kerja nasional mampu menjawab perubahan teknologi. Namun, di saat yang sama, prinsip keadilan dalam dunia kerja tetap menjadi prioritas.
“Dunia kerja yang sehat bukan hanya soal pertumbuhan angka, tetapi soal kesempatan yang adil bagi semua, termasuk mendorong akses setara bagi penyandang disabilitas,” tambah Yassierli.
Melalui sinergi ini, Kemnaker optimistis pasar kerja Indonesia akan lebih tangguh menghadapi pergeseran tren teknologi maupun tantangan ekonomi dunia, demi mewujudkan stabilitas ketenagakerjaan yang berkelanjutan.













