JurnalPatroliNews – Semarang – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan komitmen pemerintah untuk membangkitkan kembali koperasi sebagai soko guru ekonomi nasional.
Hal tersebut disampaikan dalam acara pengukuhan dan rapat kerja pengurus Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Tengah di Semarang, Selasa (14/4).
Menkop Ferry menekankan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, koperasi kini kembali diaktifkan sebagai badan usaha strategis dan masuk dalam program strategis nasional. Dekopinwil Jateng diharapkan mampu membangun ekosistem koperasi yang tangguh melalui kolaborasi erat dengan Kementerian Koperasi.
“Amanah ini tidak ringan. Dekopinwil dan Dekopin Pusat harus berada dalam satu tarikan napas dengan Kementerian Koperasi untuk membangkitkan kembali gerakan koperasi di tanah air,” ujar Ferry Juliantono.
Produk UMKM Lokal Jadi Prioritas KDKMP Salah satu poin utama yang ditekan Menkop adalah optimalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Ia menginstruksikan Dekopinwil Jateng untuk melakukan kurasi dan pembinaan bagi pelaku UMKM lokal agar produk mereka dapat mengisi gerai-gerai KDKMP.
“Saya ingin KDKMP menjadi ruang bagi produk UMKM lokal untuk tumbuh, bukan justru diisi oleh produk luar atau dikuasai distributor besar. Dekopinwil Jateng harus mulai membantu para pelaku usaha agar produknya bisa masuk ke seluruh jaringan KDKMP,” tegas Menkop Ferry.
Dukungan Teknologi untuk Petani dan Nelayan Selain aspek pemasaran, Menkop merekomendasikan Dekopinwil Jateng untuk menginisiasi penyediaan infrastruktur pendukung produksi. Di sektor pertanian, ia menyarankan pengadaan alat pengering hasil tani serta fasilitas pengatur suhu sayuran.
Sementara di sektor perikanan, pembangunan SPBU solar bagi nelayan yang dilengkapi pabrik es batu menjadi prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Dekopinwil Jawa Tengah harus menjadi contoh bagaimana koperasi hadir dalam bentuk baru yang modern dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat luas,” tambahnya.
Capaian Koperasi di Jawa Tengah Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut baik langkah strategis ini. Ia melaporkan bahwa saat ini terdapat 19.022 koperasi aktif di Jateng dengan total 6,22 juta anggota. Khusus untuk KDKMP, sudah terbentuk 8.523 unit, di mana 75,8 persen di antaranya sudah beroperasi penuh.
Luthfi berharap penguatan koperasi melalui Dekopinwil dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat dalam menghindari jeratan pinjaman online (pinjol) dan rentenir.
Sementara itu, Ketua Dekopinwil Jateng, Sri Hartini, memastikan bahwa pengurusan yang baru akan segera merumuskan kebijakan strategis untuk menjawab tantangan SDM, permodalan, hingga digitalisasi koperasi agar mampu bersaing di era modern.














