Jalesveva Jayamahe: Prajurit Posal Nusa Penida Evakuasi Nelayan dari Perahu Terbalik

JurnalPatroliNews – Jakarta – TNI Angkatan Laut kembali menunjukkan respons cepat dalam operasi kemanusiaan di wilayah laut nasional. Bersama Tim SAR gabungan, prajurit Pos TNI AL (Posal) Nusa Penida di bawah jajaran Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar berhasil mengevakuasi delapan Anak Buah Kapal (ABK) Jukung Samudera Berlian yang mengalami kecelakaan laut di perairan Barat Pulau Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung, Selasa malam (14/4).

Peristiwa bermula saat Jukung Samudera Berlian dilaporkan terbalik akibat terjangan cuaca buruk dan kondisi medan laut yang ekstrem. Laporan darurat dari pemilik jukung segera diterima oleh Komandan Posal Nusa Penida, Letda Laut (E) Yusep Hariaji.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Danposal bersama personel Babinpotmar segera melakukan koordinasi taktis dengan Basarnas Nusa Penida guna melaksanakan prosedur evakuasi secara cepat dan terukur.

Operasi Penyelamatan di Tengah Keterbatasan Tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Posal Nusa Penida dan Basarnas bergerak menuju lokasi menggunakan Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB).

Meskipun menghadapi keterbatasan jarak pandang akibat kondisi malam hari, tim terus melakukan penyisiran intensif di titik koordinat yang dilaporkan.

Setelah melakukan penyisiran selama kurang lebih dua jam, tim berhasil menemukan posisi jukung dalam kondisi terbalik. Delapan ABK ditemukan dalam kondisi terapung di sekitar bangkai perahu.

Berkat kesigapan personel di lapangan, seluruh korban berhasil dievakuasi ke atas RHIB tanpa mengalami cedera serius dan langsung dilarikan menuju Pelabuhan Benoa untuk penanganan lebih lanjut.

Sinergitas Penjaga Samudera Dalam insiden ini, dipastikan tidak terdapat korban jiwa, sementara kerugian material berupa satu unit jukung yang mengalami kerusakan akibat terjangan ombak.

Aksi penyelamatan ini selaras dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali mengenai penguatan peran TNI AL dalam membantu masyarakat, khususnya di sektor keselamatan maritim.

Keberhasilan operasi gabungan ini menjadi bukti nyata sinergitas antara TNI Angkatan Laut dan Basarnas dalam menjamin keamanan serta keselamatan di wilayah perairan nasional.

Kehadiran TNI AL di tengah masyarakat maritim diharapkan dapat terus memberikan rasa aman, sekaligus meningkatkan kepercayaan para nelayan dan pengguna jasa transportasi laut di wilayah Bali dan sekitarnya.